Kerusakan paling parah di Desa Bakalanrayung dan Desa Tapen. Selain lubang besar, kondisi jalan kini bergelombang. ”Sampai sekarang masih rusak, biarpun sudah diuruk lagi kemarin,” kata Lilik salah seorang warga.
Jalan itu rusak sejak digunakan pengalihan arus lalin proyek jembatan baru Ploso 2020 lalu. Hingga tahun ini penanganan permanen belum dilakukan. ”Terakhir ya diuruk lagi, nggak diaspal atau dicor,” imbuhnya.
Akibatnya bisa dipastikan, saat Lebaran kondisi jalan masih penuh lubang. Padahal, jalan ini sering dijadikan akses pemudik sebagai jalur alternatif dari Mojokerto ke Jombang atau Lamongan, dan begitu sebaliknya untuk menghindari kemacetan di jembatan Ploso. ”Dulu pernah disampaikan tahun ini akan diperbaiki, sampai sekarang masih sama nggak ada sama sekali,” ujar Lilik.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, menyampaikan perbaikan jalan Kabuh Tapen memang dilakukan tahun ini. Saat ini lelang paket sudah kelar. ”Jadi pekerjaannya setelah hari raya, karena kalau melihat prosesnya masih panjang,” katanya.
Dia menyebut, dokumen hasil lelang sudah diserahkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, berikut penunjukan penyedia barang dan jasa juga sudah dilakukan. Saat ini tinggal penandatanganan kontrak dengan pemenang lelang yang dijadwal hingga 26 April nanti.
Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan meminimalisir kerusakan dengan melakukan penanganan darurat. ”Jadi di awal tahun sudah kita tangani lagi supaya lubang tidak terlalu besar dan dalam. Karena di sana khususnya di Tapen itu drainasenya tidak berfungsi, akhirnya saat hujan hilang lagi,” ujar Bayu.
Karena itu, meski sudah kerap kali dilakukan penanganan darurat tak pernah awet. Ketika hujan langsung memunculkan lubang. ”Kalau tidak ada hujan biasanya bisa bertahan sampai dua minggu, tapi ketika hujan hilang lagi,” tuturnya.
Sebelum Lebaran atau awal Ramadan lalu, penanganan juga dilakukan. Namun sifatnya juga masih darurat seperti penanganan sebelumnya. ”Jadi tiga minggu sebelum hari raya sudah kita tangani secara darurat lagi,” pungkasnya.
Pembangunan jembatan baru Ploso mewariskan tiga ruas jalan kabupaten rusak berat. Dua ruas yakni Ploso-Pasar Ploso dan Bawangan-Ploso sudah tertangani. Menyisakan ruas Kabuh-Tapen hingga tiga tahun tetap hancur.
Pembangunan jembatan baru Ploso dilaksanakan 463 hari, 25 September 2020 hingga Desember 2021. Proyek itu menyedot APBN sebesar Rp 137,7 miliar lewat Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali dengan pelaksana PT Waskita Karya. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW