Sebagaimana diungkapkan Gunadi salah seorang petani, yang menyebut sawi yang sudah siap dipanen kondisinya banyak yang rusak. Kemarin juga kebanjiran sampai tiga hari tak kunjung surut. Sembari menunjukkan kondisi sayur miliknya, ia menyebut tak semua petani menanam padi.
Sebagian di antaranya menanam sayur seperti cabai, sawi, kangkung hingga terong. ”Paling hancur ini petani sawi, tinggal panen kebanjiran,” imbuh dia. Tanaman sawi miliknya juga sebagian besar rusak. Mulai dari daun kering, hingga tak sedikit yang mati. ”Ini dibawa pulang rencana dipilah, mana dibuang dan mana yang bisa dijual,” ujar Gunadi.
Perkiraannya hanya sedikit yang bisa dijual. Biasanya normal menjual hingga 8 bendel atau 8.000 unting saat ini paling banyak 2.000 unting. ”Harganya kemarin Rp 400 per unting, sekarang banyak yang rusak jelas malah tambah turun,” tutur dia.
Karena tak semua bisa dijual, dia akhirnya memilih membawa pulang. Sebagian yang tak bisa dijual digunakan untuk pakan ternak. ”Ini masih mendingan, kemarin ada yang baru saja tanam sudah kena banjir,” kata Gunadi.
Hal senada diungkapkan Kastari petani sayur lainnya. Bedanya dia menanam cabai. Meski begitu, kini tak semua bisa dipanen. ”Karena musim hujan, kena air banyak yang layu,” kata dia.
Tanaman miliknya kini sudah panen terakhir. Sehingga sebagian tanaman pagi sudah dicabut. Berganti ditanami jenis tanaman lain. ”Rencana tetap tanam sayur, antara terong dan ,” pungkas Kastari. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW