Seperti yang terlihat hingga Jumat (31/3) kemarin, bagian atas aspal mulai mengelupas. Kerusakan itu menimbulkan guncangan saat dilewati pengendara. Paling parah di depan RSUD Jombang karena banyak terlihat lubang-lubang kecil. Kondisi serupa juga terlihat di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) dan Bapenda Jombang. ”Ya, jalannya mulai rusak,’’ ujar Saiful Arif, salah satu warga di lokasi, kemarin (31/3).
Dilihat dari tingkat kerusakannya, ia menilai memang tak separah jalan antar kecamatan yang rusak berat. Seperti jalan penghubung Mojoagung - Mojowarno maupun Cukir - Bulurejo yang banyak dikeluhkan warga. ”Namun ini kan jalan protokol. Harusnya jadi perhatian utama karena berada di pusat kota,’’ tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi, tak menampik mengenai kerusakan di Jl KH Wahid Hasyim Jombang. Namun, karena masih layak digunakan sehingga belum ada rencana perbaikan. ”Jadi itu yang mengelupas lapisan atas. Kita perbaiki lewat pemeliharaan karena kalau paket konstruksi belum masuk APBD 2023,’’ ujar dia.
Ia menyebut, tingkat kerusakan di kisaran angka 12 persen. Jika tingkat kerusakaan sudah di ambang 20 persen, baru akan ditangani. Meski begitu, pihaknya akan menginventarisir tingkat kerusakan jalan. Termasuk jalan protokol. ”Tapi karena memang ruas protokol dan letaknya di dalam kota, jadi akan kita pantau,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW