Pantauan di lokasi, Kamis (16/3), tingkat kerusakan talud cukup parah, dengan panjang mencapai sekitar 10 meter lebih. Terlihat sebagian material pasangan batu kali hanyut ke dasar sungai. ”Itu rusaknya sudah cukup lama, sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki,” terang Mahfud, salah satu warga sekitar.
Ia menambahkan, sebelumnya jebol, kondisi talud memang terlihat muncul retakan. Karena tak kunjung diperbaiki, kerusakan semakin meluas, terlebih saat musim hujan, debit air sungai tinggi. ”Jadi, tergerus air lama-kelamaan jebol,” bebernya.
Warga berharap segera ada perhatian dari pihak terkait, terlebih cuaca masih tidak menentu. ”Khawatirnya kalau dibiarkan tanggulnya juga semakin rusak, apalagi berdekatan dengan permukiman warga,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni sudah mengetahui terkait kerusakan tanggul. ”Di situ ada beberapa titik yang longsor, awal Maret waktu airnya tinggi,” kata Sultoni.
Warga desa setempat, lanjut dia, meminta agar segera dilakukan penanganan. Utamanya hilir Bendung Kapas di sungai itu. ”Sebelah utaranya itu ada longsoran juga dan mepet dengan rumah warga,” imbuh dia.
Diakui, sungai itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pemkab bakal melakukan penanganan darurat terlebih dahulu. ”Sementara kita priroritaskan di sana dulu, karena istilahnya kondisi talud rusaknya sudah parah, khawatir merembet ke rumah warga, walaupun sebenarnya kewenangan ikut pusat,” ujar Sultoni.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan penanganan darurat. ”Sifatnya pemeliharaan kecil, kalau skalanya besar kami tidak bisa,” kata Sultoni. Untuk diketahui, Kali Jombang Wetan memiliki panjang 6,12 kilometer. Memiliki debit air maksimal 19,48 M3 per detik, dan minimal 1,73 M3 per detik. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW