Pantauan di lokasi, seluruh material aspal tak lagi tersisa. Menyisakan batu kerikil. Tak sedikit lubang menganga menyebar sepanjang jalan menuju Desa Bangsri. ”Sudah hampir dua tahun belum diperbaiki,” kata Dwi Saputra salah seorang warga yang tengah melintas.
Saking banyaknya lubang, sepanjang jalan itu juga dipenuhi genangan air. Pengemudi roda dua tengah berpapasan melintas, maka salah satu harus mengalah. Lewat bergantian. ”Tahun lalu sudah pernah ditambal, nggak pernah awet karena rusak lagi,” imbuh dia.
Tak hanya di titik itu, kondisi serupa juga terpantau di jalan dari material paving. Karena tak lagi datar, jalan itu terdapat cekungan di tengah. Akibatnya, ketika usai turun hujan, di tengah jalan penuh air layaknya saluran.
”Setelah jalan cor ke arah Bangsri itu aspal sudah rusak, baru jalan paving. Itu juga tidak rata, kalau malam hari gelap,” lanjut Dwi warga lainnya.
Dikonfirmasi hal ini, Camat Plandaan Suparno tak menampik salah satu titik jalan kabupaten belum ditangani secara total. Penanganan sejauh ini hanya urukan sirtu yang dilakukan tahun lalu. Pihaknya belum mengetahui apakah lokasi itu masuk skala prioritas perbaikan jalan atau tidak.
”Yang jelas untuk musrenbang untuk kegiatan 2024 pagu indikatif di sana tidak masuk, karena kita anggap ada yang lebih kita prioritaskan,” imbuh dia. Yang jelas, pihaknya sudah menyampaikan kerusakan jalan tersebut. Harapannya, jalan bisa segera diperbaiki. ”Misalnya tidak bisa reguler ya di P-APBD 2023,” tutur Suparno.
Dalam Musrenbangkab beberapa waktu lalu, ada banyak pertimbangan jalan itu tak masuk usulan kegiatan tahun depan. ”Salah satunya untuk sarana diarahkan ke Jipurapah, karena nanti SMPN Satu Atap akan dijadikan SMPN 3 Plandaan, jalannya memprihatinkan. Sehingga teman-teman mengusulkan itu dulu,” pungkasnya. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW