”Dalam hal ini kami berdiskusi, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan dengan melibatkan lintas sektor,” kata Kepala Puskesmas Jelakombo drg Dyah Suharti kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Kegiatan tersebut juga diikuti dari unsur kecamatan, polsek, koramil, kepala desa, ketua TP PKK desa, Aisyiyah, Muslimat, KUA Kecamatan Jombang, koordinator wilayah kerja pendidikan, dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI).
Wilayah kerja Puskesmas Jelakombo meliputi tiga desa dan tiga kelurahan. Masing-masing Desa Mojongapit, Candimulyo, Plandi. Sementara tiga kelurahan meliputi Kelurahan Kepanjen, Jelakombo, dan Kelurahan Kaliwungu.
Puskesmas Jelakombo didukung dengan 12 standar pelayanan minimal (SPM) wajib, yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, usia pendidikan dasar, usia produktif, usia lanjut, hipertensi, diabet, ODGJ, orang terduga TB dan orang dengan risiko HIV. Puskesmas Jelakombo juga memiliki 27 standar pelayanan minimal (SPM) tambahan.
Dalam menjalankan seluruh pelayanan tersebut, puskesmas membutuhkan peran lintas sektor. ”Kami membutuhkan saran, masukan, dan dukungan untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Melalui forum komunikasi publik tersebut, Puskesmas Jelakombo menerima banyak saran dan masukan terkait pelayanan. Seperti penyuluhan kesehatan reproduksi kepada calon pengantin yang bekerja sama dengan KUA. ”Kegiatan ini juga ada penandatanganan penggalangan komitmen lintas sektor yang hadir kemarin,” pungkasnya. (wen/naz/riz) Editor : Achmad RW