Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terminal Kepuhsari Jombang Tetap Sepi, Pedagang Gulung Tikar

Achmad RW • Minggu, 12 Maret 2023 | 13:20 WIB
Kondisi kios pedagang di Terminal Kepuhsari Jombang yang tetap sepi dan ditinggal pedagang
Kondisi kios pedagang di Terminal Kepuhsari Jombang yang tetap sepi dan ditinggal pedagang
JOMBANG – Sejak semua aset diserahkan ke Pemprov Jawa Timur tiga tahun lalu, sampai sekarang kondisi Terminal Kepuhsari Jombang masih tetap sepi. Bahkan, para pedagang  meninggalkan kios untuk mengais rejeki di tempat lain.

Pantauan di lokasi, Jumat (10/3) siang, deretan kios yang berada di dalam terminal baik-baik saja. Dari ruang tunggu ada dua kios yang terlihat masih buka. Mereka menjajakan makanan minuman dan tiket.

Namun, saat memasuki lorong kios, maka pemandangan akan berbeda. Selain gelap, banyak pintu dari rolling door yang ditutup. Tak sedikit, bagian depan kios-kios tersebut menjadi sarang laba-laba. ”Sudah lama tutup,” sahut Sukun salah satu pedagang.

Ia menjadi satu di antara pedagang yang memilih bertahan mengaiz rejeki. Dia merupakan pedagang asongan. Sementara  kios itu digunakan sebagai gudang untuk menyimpang barang dagangannya. ”Sekarang lebih banyak dipakai gudang, hanya di depan saja yang masih buka,” imbuhnya.

Dia menyebut, dulu kios yang ditempatai masih ramai. Ada yang menjual makanan, warung kopi hingga jasa penjualan tiket. Sejak tujuh tahun terakhir sepi. Puncaknya ketika pandemi Covid-19 merebak. ”Kios ada di dekat mobil Angkudes malah sudah dibongkar, dipindah ke luar,” tutur Sukun.

Salah satu penyebab menurutnya karena disebabkan faktor terminal yang sepi. Jumlah penumpang yang tidak banyak, lambat laun berimbas pada omset penjualan para pedagang. Sehingga sebagian besar memilih tutup. ”Pokoknya mulai sepi bus sudah nggak masuk, lama-lama semakin sepi terus teman-teman tutup,” lanjut dia.

Ditambahkan, ada puluhan pedagang memilih gulung tikar. ”Kalau 20 orang ya lebih, dulu banyak yang jualan,” tambahnya. Hal senada disampaikan Rohmad pedagang asongan lain yang mengaku kios di dalam terminal sekarang lebih banyak digunakan sebagai gudang.

”Sebelum ngasong barangnya di taruh sini, setelah habis balik lagi. Jadi ya ditutup, nggak buka seperti warung depan,” sahutnya. Saat ini, hanya terdapat dua kios yang buka sejak pagi hingga sore hari. Lokasinya berada di dekat ruang tunggu penumpang. ”Yang lain lebih banyak tutup,” ujar Rohmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno, tak menampik bila aset Terminal Kepuhsari sudah diserahkan ke Pemprov Jawa Timur. Namun, area kios masih menjadi kewenangan pemkab. Dalam perkembangannya,  banyak kios tutup dan salah satu penyebabnya karena terminal yang sepi.

”Ya dampaknya sekarang banyak yang kosong, tapi masih ada beberapa yang sewa,” imbuh dia. Sampai saat ini pemkab masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemprov Jawa Timur. ”Sampai sekarang nggak ada perubahan, secara normatif dikelola teman-teman provinsi,” pungkas Budi. (fid/bin/riz)

  Editor : Achmad RW
#Pedgaang Gulung Tikar #terminal kepuhsari #Jombang #terminal jombang #Terminal sepi