’’Ketika ketemu karang taruna Desa Sambongdukuh, mereka saya dorong agar bikin koperasi simpan pinjam. Nanti modal awalnya dari saya,’’ tutur pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis PP Darul Ulum Rejoso ini.
Saran itu dia berikan melihat potensi yang ada. ’’Mereka tinggal dekat pasar yang menjadi pusat perekonomian,’’ urai bendahara Ikatan Sarjana NU (ISNU) Jombang ini.
Dengan adanya koperasi simpan pinjam, maka anggota karang taruna bisa mengakses modal usaha. ’’Dengan bekal modal itu, pemuda bisa berkreasi wirausaha sesuai minat dan potensi masing-masing,’’ urai ketua DPC Demokrat Jombang ini.
Koperasi yang dikelola karang taruna, juga bisa membantu modal pedagang pasar. ’’Agar mereka tidak tercekik rentenir,’’ urai alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri.
Sebagian dari keuntungan koperasinya, nanti bisa disisihkan untuk membiayai kegiatan karang taruna. ’’Jadi secara individu bisa membantu anggota untuk memiliki modal usaha. Secara lembaga, nanti bisa mendanai kegiatan karang taruna,’’ terang ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang ini.
Gus Sentot mengaku senang melihat semangat para anggota karang taruna Sambong Santren. ’’Pemuda memang harus demikian. Tak boleh diam. Harus berani melangkah agar gagasan dan cita-citanya terwujud,’’ ungkap tokoh kelahiran 23 Maret 1975 yang juga menjabat ketua induk cabang olahraga kempo (Perkemi) Jombang. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW