Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Panen Melimpah, Jalan Desa Berubah Jadi Lantai Jemur Jagung

Achmad RW • Minggu, 5 Maret 2023 | 13:10 WIB
Jalan desa di Dusun kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh ini berubah jadi lantai jemur hasil panen warga sekitar
Jalan desa di Dusun kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh ini berubah jadi lantai jemur hasil panen warga sekitar
JOMBANG – Sebagian jalan di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, kini berubah menjadi tempat jemuran jagung pipilan. Maklum, panen jagung itu tidak dijual ke penebas di sawah. Melainkan dibawa pulang agar lebih mendapat untung.

”Ini hasil panen sebelum tahun baru, sekarang dijemur soalnya mau dijual,” kata Koimuroh salah seorang petani. Dia memilih membawa pulang hasil panen lantaran sekarang harga jual jagung cenderung turun. ”Pokoknya pas panen harganya di bawah Rp 5.000 per kilogram, ada sampai 3.000 per kilogram,” imbuh dia.

Karena itu semua hasil jagung miliknya dibawa pulang. Kemudian diproses di rumah. Mulai dari menggunakan mesin perontok, hingga proses penjemuran. Lantaran tempat penjemuran terbatas, ia dan warga lainnya memanfaatkan akses jalan kampung untuk lokasi menjemur jagung pipilan.

Menurut dia, harga jagung kering sekarang lebih melegakan daripada jagung basah. Bahkan cenderung naik. Dari semula Rp 6.000 per kilogram, kini bisa Rp 6.300 per kilogram. ”Mudah-mudahan bisa naik terus,” ujar Koimurah sembari tertawa.

Hanya saja, ketika cuaca mendukung proses penjemuran tak berlangsung lama. Dijemur sejak pagi hingga menjelang sore. ”Tergantung mendung atau tidak, kalau hujan terus bisa sampai satu mingguan,” tutur dia.

Senada, Zulaima warga lainnya, juga mengaku sebagian besar petani menjemur jagung hasil panen di rumah. Berbeda dengan musim panen sebelumnya yang sebagian besar dijual secara tebas di sawah. ”Mumpung harganya naik, jadi bisa segera dijual,” ujarnya.

Jagung miliknya bakal dijual ke tengkulak. Harga yang diberikan juga hampir sama Rp 6.300 per kilogram. ”Paling dapatnya nanti 3,5 kuintal itu sudah mentok,” pungkasnya sembari menyebut luas sawahnya sekitar 1.400 M2. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW
#jalan desa #Lantai jemur #Jombang #Megaluh #Pertanian #Kedungsari #Melimpah #Balongsari #Hasil Panen #petani jagung