“Penutupan jembatan darurat kita laksanakan sejak Rabu (1/3) siang. Karena kondisi jembatan sudah dinilai tidak layak dan membahayakan,” terang Kepala Dusun Gondanglegi Sukiyat, kemarin (2/3).
Kondisi jembatan itu memang sudah mulai melengkung ke bawah. Beberapa besi penyangga di bawah juga sudah mulai putus. Bahkan sudah menggantung alias tak menyentuh dasar sungai. “Kalau dilintasi sangat terasa, karena itu demi keamanan ditutup dulu sementara, nggak tahu sampai kapan,” lanjutnya.
Penutupan jembatan darurat yang dibangun swadaya oleh warga itu praktis kembali membuat warga Dusun Gondanglegi kehilangan akses. Jembatan yang dibangun setelah jembatan asli ambruk 2017 itu, memang satu-satunya akses warga terdekat menuju pusat Desa Gondangmanis. “Akses putus total, mau tidak mau harus memutar lewat jalan nasional, sekitar 6 kilometer,” imbuhnya.
Padahal, ada puluhan anak di Dusun Gondanglegi harus berangkat sekolah di seberang sungai. Karena itu Pemdes Gondangmanis dibantu warga lain harus mengantarkan anak-anaknya dengan memutar jalan. “Ya sementara difasilitasi ambulans desa, karena tidak mungkin lagi lewat jembatan, walaupun jalan kaki juga berbahaya,” lontar dia. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW