Seperti yang terpantau di Sub Terminal Ngoro, Senin (27/2) siang, tidak terlihat lalu lalang angkot atau bus menaikkan atau menurunkan penumpang. Sejumlah fasilitas sub terminal terlihat kurang terawat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan, saat ini ada tiga sub terminal yang dikelola dinas perhubungan. Masing-masing Sub Terminal Ngoro, Sub Terminal Ploso dan Sub Terminal Mojoagung. ”Ada tiga sub terminal. Memang kondisinya sepi,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Dirinya menilai, sepinya sub terminal dikarenakan transportasi angkutan umum saat ini cenderung kurang diminati masyarakat di samping faktor ketatnya persaingan moda transportasi. ”Ya karena angkutan juga sepi, jadi sub terminal juga sepi sekarang,” tuturnya.
Dikatakannya, seperti Sub Terminal Ngoro, PAD yang dihasilkan hanya sekitar Rp 13 juta per tahun. ”Untuk yang lain saya tidak hafal. Yang jelas tidak jauh berbeda,” katanya.
Untuk meningkatkan pendapatan pada aset tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penggunaan aset sub terminal. ”Kita sudah koordinasi juga dengan BPKAD Jombang terkait penggunaan aset ini,” bebernya.
Seperti Sub Terminal Ngoro, lanjut Budi, ada rencana akan diserahkan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang untuk pengembangan pasar agribisnis. Akan tetapi ini masih dalam tahap pembahasan. ”Yang jelas kita akan evaluasi semua,” pungkas Budi. (yan/naz/riz) Editor : Achmad RW