Albertus Agung Vidi Susanto, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK wilayah XI Jawa Timur mengatakan, dari hasil penggalian belum ada temuan obyek diduga cagar budaya (ODCB). Baik itu berbentuk fragmen tembikar maupun pecahan keramik.
”Sejauh ini hingga hari ketiga belum menemukan data yang signifikan. Kita masih fokus melakukan penggalian pada struktur perwara sisi utara dan barat candi,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (19/2).
Penggalian pada sisi barat candi tidak sampai menyentuh bangunan makam. Diakui berdasarkan peta topografi zaman Belanda, pada sekitaran 1892, bangunan belum ada. Diperkirakan makam dibangun pada 1911-1934. ”Kemungkinan besar awal abad ke 20 baru muncul,” papar dia.
Ekskavasi tahap keempat Situs Pandegong rencana dilakukan selama 12 hari kerja. Tujuannya menyingkap secara utuh struktur perwara sisi barat dan utara, sekaligus memperluas area pandang Situs Pandegong. ”Supaya nanti ketika orang datang ke sini, itu area pandangnya lebih luas,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang kembali melakukan ekskavasi Situs Pandegong di Dusun/Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno (17/2). Pemkab Jombang menganggarkan Rp 63 juta untuk ekskavasi tahap keempat ini. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW