Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Petani Tomat di Jombang Gagal Panen, Harganya Anjlok Buahnya Rontok

Achmad RW • Selasa, 14 Februari 2023 | 13:49 WIB
Petani tomat di Dusun Rejosari, Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, saat memetik tomat di sawah, kemarin
Petani tomat di Dusun Rejosari, Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, saat memetik tomat di sawah, kemarin
JOMBANG – Petani tomat di Dusun Rejosari, Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, gagal panen. Menjelang panen, tomat yang siap dipetik tiba-tiba rontok serentak dan membusuk. Akibatnya, harga jual anjlok sehingga tomat dibiarkan membusuk di sawah.

Seperti dialami Riyadi, 50, salah seorang petani tomat di Dusun Rejosari yang harus mengelus dada lantaran gagal panen. Sejak sepekan terakhir, intensitas hujan di wilayahnya cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan tanaman tomat layu dan daunnya menjadi kering. ”Awalnya daun kering, kemudian besoknya tanaman layu dan tomat mulai berjatuhan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Saat ini, tanaman tomatnya sudah berusia 60 hari. Dengan usia seperti itu tomat siap dipanen. ”Rata-rata panen awal bisa dilakukan di usia 55 hari. Tapi ini tidak saya petik karena sebagian besar sudah membusuk dan rontok,’’ tambahnya.

Menurut dia, tanaman tomat yang tiba-tiba rontok dan membusuk itu dikarenakan dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Mulai angin kencang hingga hujan deras berhari-hari. ”Upaya penanganan dengan obat semprot sudah dilakukan maksimal. Tapi ya tidak mempan,’’ terang dia.

Hingga kemarin (13/2), Riyadi membiarkan tanaman tomatnya berjatuhan di sawah. Ia bahkan mempersilahkan warga setempat yang ingin memetik tomatnya secara gratis. ”Apalagi sekarang harganya anjlok. Dari petani hanya Rp 1.000 per kilogram,’’ terangnya lagi.

Padahal, modal awal untuk menanam tomat di sawah dengan luasan 1.400 M2 yang dikeluarkan cukup banyak hingga mencapai Rp 5 juta. Modal itu belum termasuk ongkos buruh tani untuk perawatan. ”Perkiraan saya banon 100 ini bisa menghasilkan 6 ton tomat. Tapi ya nasib berkata lain, ini untuk balik modal saja tidak bisa,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW
#bandarkedungmulyo #pertaian #gagal panen #petani #busuk #Jombang #Tinggar #tomat