Pantauan di lokasi, tampak sejumlah warga didampingi tim BPK Jatim berjibaku melakukan penggalian di kotak uji kedua. Warga tampak hati-hati saat menemukan sejumlah temuan fragmen tembikar. ”Jadi kegiatan ini sifatnya kita pendampingan atas inisiatif warga, supaya potensi arkeologi bisa tertampakkan. Namun, sesuai kesepakatan karena potensinya sangat kecil, maka penggalian sampai hari ini saja. Selanjutnya, kita buatkan berita acara mengenai kegiatan ini,” ujar Albertus Agung Vidi Susanto, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah XI Jawa Timur, kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Namun demikian, jika ke depan ditemukan potensi arkeologi yang cukup besar atau masif warga diminta melapor. ”Bisa jadi ke depan kita tindaklanjuti lagi,’’ tambahnya.
Dari indikasi awal, pihaknya mendapat laporan jika di lokasi tersebut ada sebaran batu bata fragmentis. Dari hasil penggalian kotak pertama, ia menemukan banyak bata dengan ukuran dan jumlah sporadis. Pihaknya juga mengakui menemukan kondisi sama pada uji kotak kedua di sisi barat. ”Kita juga menemukan wadah keramik dengan warna hijau. Selain itu kita juga temukan sejenis senjata namun indikasi mengarah zaman lebih baru,’’ jelas dia.
Menurut Vidi, temuan jenis fragmen keramik itu berasal dari Dinasti Yuan atau abad 13. Ia menduga kawasan tersebut dulunya adalah daerah permukiman era Majapahit. ”Indikasi permukiman menguat setelah kita temukan juga pecahan kendi susu dengan kondisi yang beragam,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW