Seperti terpantau di pinggir jalan kabupaten Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, kemarin (17/1). Tampak sampah menumpuk hingga mengakibatkan bau tak sedap. Tumpukan sampah itu berserakan hingga 50 meter meluber ke irigasi sawah. Kondisi ini terpantau sudah lama. ”Ini sudah lama, memang warga sering membuang ke pinggir jalan,’’ ujar Suprapto salah satu pencari rumput.
Menurutnya, TPS liar itu justru menjadikan lokasi sekitar tak sedap dipandang mata. ”Juga menimbulkan bau yang tidak sedap,’’ tegasnya.
Dihubungi terpisah, M Amin Kurniawan Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, tak menampik banyaknya TPS liar di berbagai tempat. TPS liar tersebut rata-rata berada di pinggir jalan. ”Ya, TPS liar memang masih ada di sejumlah titik. Seperti yang kami bersihkan kemarin di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang dan juga di Desa Sumbermulyo,’’ ujarnya.
Ia mengatakan, TPS liar itu sebenarnya bisa diatasi pemerintah desa setempat dengan menyediakan bank sampah. Teknis penyebaran bank sampah bergantung desa masing-masing. Nantinya, hasil penyortiran sampah anorganik bank sampah akan diambil DLH Jombang. ”Itu yang kita dorong ke desa-desa agar menyediakan bank sampah untuk mengelola sampah anorganik,’’ papar dia.
Cara lain, lanjut Amin, yang bisa dilakukan dengan membuang sampah di TPS terdekat dengan lingkungan warga. Misalnya, bagi warga Desa Sumbermulyo bisa membuang di TPS Jelakombo yang jaraknya sekitar 1 Km. ”Namun ini memang berkaitan dengan kesadaran warga yang masih rendah. Kalau kita ngomong penanganan sampah sebenarnya tidak bisa kita tangani sendiri. Namun butuh peran semua pihak, termasuk masyarakat,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW