Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Petani Buah Naga Sumringah, Permintaan Naik Dua Kali Lipat Jelang Imlek

Achmad RW • Kamis, 19 Januari 2023 | 13:00 WIB
Petani buah naga di Desa Keras, Kecamatan Diwek sedang memetik hasil panen buahnya.
Petani buah naga di Desa Keras, Kecamatan Diwek sedang memetik hasil panen buahnya.
JOMBANG - Tahun baru imlek juga mendatangkan kebahagiaan bagi petani buah naga. Permintaan dragon fruit yang dianggap sebagai pembawa hoki hingga menghiasi altar pemujaan dewa ini meningkat dua kali lipat.

Dari kejauhan, perkebunan buah naga di Desa Keras, Kecamatan Diwek terlihat cukup jelas. Pohonnya menjulang dengan tumpuan kayu di masing-masing titik. Paling menonjol, buah berwarna merah terlihat sangat jelas di bagian ujung. Ya, kebun buah naga cukup luas itu milik Asnawi warga setempat.

Selama ini, ia memang bersemangat merawat pohon buah naga. Setiap hari dicek sendiri per titik pohonnya. Mulai menyiram, ngecek buah, memberi pupuk dan kebutuhan lain. Sehingga pohon naga tumbuh subur dengan buah yang bisa berlimpah. Menjelang perayaan imlek seperti sekarang, bisa dipastikan permintaan buah yang dipercaya membawa keberuntungan ini naik dua kali lipat.

Satu persatu buah naga dimasukkan ke dalam keranjang khusus. Kemudian dipilah-pilah sesuai ukuran besar kecilnya. Menurut Asnawi, lonjakan permintaan buah naga menjadi rezeki tersendiri setiap tahun. Bagi warga Tionghoa, buah naga dipercaya membawa keberuntungan. "Menjelang tahun baru imlek memang banyak permintaan buah naga. Karena warga Tionghoa butuh buah ini untuk disajikan kepada dewa,” katanya.

Untuk memenuhi permintaan yang terus berdatangan setiap hari, ia mengaku kewalahan. Semua permintaan dipenuhi sendiri. Mulai dari memetik buah di pohon, mencari pohon naga untuk bibit, menyiapkan buah di kotak sampai dengan memilah sesuai ukuran besar kecilnya. “Saya sampai kewalahan melayani pembeli karena tidak punya tukang khusus," ujar dia.

Bukan hanya warga sekitar, pembeli buah naga kepadanya datang dari berbagai daerah. Asnawi sempat kaget lantaran buah naga miliknya pernah diborong pembeli dengan menggunakan mobil pikap. "Pembeli saat tahun baru imlek lumayan, lebih banyak dari tahun lalu. Baik dari Mojokerto, Surabaya, Kediri dan Nganjuk," bebernya.

Selain buah, menurut dia batang pohon buah naga juga banyak dibeli. Banyak warga yang ingin menanam buah naga sendiri di pekarangan rumah. "Kalau jumlah permintaan sekarang 1 kuintal buah naga, hari-hari biasanya sekitar 50 Kg per minggu," lanjutnya.

Terlebih, harga jual buah naga turut terdongkrak dalam sepekan terakhir. "Ya, harga buah naga juga naik. Awal tahun baru masih Rp 5.000 per kilogram, tak lama kemudian naik menjadi Rp 6.000. Terus mendekati imlek naik menjadi Rp 7.500. Mungkin ke depan terus naik," tutur Asnawi.

Melihat omset penjualan buah dan batang pohon inilah ia mendapat keuntungan cukup banyak. Jika di hari-hari biasa mendapat penghasilan Rp 5 juta setiap bulan, sekarang bisa mendapat Rp 10 juta lebih. “Alhamdulillah kalau soal omset pasti meningkat,” pungkasnya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#berita daerah #Jelang Imlek #petani #Jombang #Permintaan meningkat #Pertanian #features #diwek #buah naga #Keras #berita