Pantauan di lokasi, dari arah Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, menuju Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, aspal lubang yang semula menganga sudah diperbaiki. Permukaan aspal sudah rata. Masuk Desa Watudakon kondisi jalan tak begitu rusak, sebagian titik berupa jalan cor.
Namun pemandangan berbeda terpampang setelah overpass jalan tol. Sebab, banyak lubang bertebaran di mana-mana. Lubang menganga terpantau hingga masuk ke Desa/Kecamatan Kesamben. Lubang berada di badan jalan hingga menyulitkan pengguna jalan. ”Ini perbatasan Watudakon dengan Kesamben,” kata M Kusnan salah seorang warga.
Diakui, akses itu merupakan jalan menuju pusat kecamatan. Mulai dari pemerintahan, pendidikan hingga pasar. ”Dulu yang di Watudakon sudah diperbaiki, sekarang rusak lagi aspalnya, ini sampai kantor kecamatan,” imbuh dia. Sebagian lokasi menurutnya sudah dicor. ”Ya tinggal di sini saja aspalnya dibiarkan rusak,” tambahnya.
Kades Watudakon Suharto membenarkan kerusakan jalan yang terjadi di wilayahnya. Jalan itu merupakan akses menuju pusat kecamatan. ”Ya, yang rusak antaran Watudakon ke Kesamben sampai kantor kecamatan,” ujarnya.
Untuk sementara, memang belum ada perbaikan. Meski sebelumnya sudah dilakukan tambal sulam. Saat ini jalan aspal rusak lagi. ”Sekarang belum diperbaiki lagi,” imbuh dia. Karena itulah pihaknya berharap perbaikan bisa menyentuh hingga ke seluruh area.
”Harapan kita semoga tahun ini ada perbaikan lanjutan, karena kemarin ruas Talunkidul-Kesamben sudah diaspal. Tinggal arah ke Kesamben yang belum tuntas,” pungkas Suharto. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW