”Saya sudah memulai usaha ternak bebek peking sekitar satu tahun ini,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (9/1). Bekti tampak sibuk saat angon bebek di areal persawahan Desa Sembung, Kecamatan Perak. Dengan membawa tongkat kayu dan aba-aba yang lantang, ratusan bebek mengikuti apa yang disampaikannya.
Bebek yang didominasi warna putih itu cukup rakus saat menyantap hewan di sawah. Mulai cacing, kecebong dan serangga. Menurutnya, bebek peking memang dikhususkan untuk pedaging. Bebek ini berbeda dengan bebek jenis cokelat yang khusus untuk petelur. ”Menurut saya lebih menjanjikan ternak bebek peking ini,’’ tambahnya.
Pertumbuhan bebek peking tergolong cukup cepat. Sebab, bebek bisa dipanen atau siap potong di usia 40 hari. ”Jika pakannya sesuai, dalam usia 40 hari bobotnya bisa mencapai 1,5 kilogram, dan harganya mulai Rp 30 ribu perkilogram,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW