M Rony, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mengatakan, jatah pupuk subsidi untuk 2023 ini sudah keluar. Bahkan bupati sudah menandatangani SK (surat keterangan) alokasi pupuk sejak 16 Desember kemarin. ”Tahun ini ada peningkatan alokasi pupuk dibandingkan tahun kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Pada 2022, alokasi pupuk subsidi yang digelontorkan pemerintah pusat kepada petani di Jombang masih jauh dari kebutuhan pupuk yang diajukan petani di E-RDKK. Rinciannya, urea sebanyak 26.499 ton, sedangkan NPK hanya sebanyak 14.064 ton. ”Jumlah itu sebelum ada tambahan per 22 September,” Rony.
Sedangkan untuk tahun ini, alokasi pupuk subsidi ada peningkatan. Rinciannya, urea sebanyak 29.334,234 ton, sedangkan NPK 16.808,328 ton. ”Ada juga tambahan NPK formula khusus 6.320 kilogram,” bebernya.
Meski begitu, Rony tak menampik alokasi pupuk subsidi masih tak mencukupi kebutuhan di Kabupaten Jombang. Karena usulan di E-RDKK untuk pupuk jenis urea sebanyak 31.916,350 ton. Sedangkan NPK sebanyak 38.256,634 ton. ”Untuk alokasi ini memang kita tidak bisa memaksa. Jadi diterima sedapatnya,” tegasnya.
Terkait distribusi, pupuk subsidi sudah disalurkan dan dapat dibeli petani melalui kios masing-masing. ”Untuk pendistribusian juga sudah, pupuk juga sudah di kios,” pungkas Rony. (yan/naz/riz) Editor : Achmad RW