Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jombang Juwadi menyampaikan, hari raya Galungan dirayakan setiap enam bulan sekali atau lebih tepatnya 210 hari sekali. ”Hari Raya Galungan diperingati dengan persembahyangan bersama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Umat Hindu di Jombang umumnya melaksanakan persembahyangan di Pura. Namun, pelaksanaan upacara antara satu pura dengan pura lainnya tak sama. Di Pura Amerta Buana Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro upacara dilaksanakan, Rabu (4/1) pagi. Sedangkan, di Pura lain dilaksanakan malam hari. ”Ya memang berbeda menyesuaikan pura. Asal diperingati pada Rabu Kliwon,’’ tambahnya.
Pada hari suci Galungan, umat Hindu merayakan sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Umat Hindu juga meyaniki hari suci Galungan adalah hari pawedalan atau wetonan jagad. ”Hari Raya Galungan juga menjelaskan tentang angkara pada setiap jiwa mampu dikalahkan kebenaran yang ada di jiwa kita,’’ tambahnya lagi.
Usai memperingati Galungan, kini umat Hindu bersiap memperingati hari raya Kuningan yang diperingati setiap 210 hari sekali. ”Ya, biasanya dilaksanakan 14 Januari pada malam Sabtu,’’ pungkas Juwadi. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW