Seperti terpantau Minggu (11/12) malam, kondisi lampu lampion di Jalan Bupati RAA Soeroadiningrat ada lima lebih yang padam. Mulai dari deretan depan salah satu sekolah menengah atas hingga perempatan jalan. Beberapa deret lampion warna-warni itu mati. ”Sering mati pas musim hujan,” kata Hudi salah seorang pedagang.
Tak hanya lampu lampion, lampu hias yang terpasang tepat di atas lampion juga seluruhnya tak menyala. Ada yang mati separo, ada juga yang mati total. Lampu led dengan bentuk bunga-bunga kerap kali diperbaiki petugas. ”Setahu saya dulu sudah pernah diperbaiki, terus mati lagi. Akhir-akhir ini sering mati,” imbuhnya.
Dikonfirmasi hal ini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono, tak menampik banyak lampu lampion yang padam di kawasan Alun alun Jombang. ”Ya, kami juga dapat keluhan dari masyarakat di situ lampu hiasnya mati,” katanya kemarin.
Pihaknya sudah menurunkan petugas untuk melakukan perbaikan. Penanganan tak hanya dilakukan pada lampu lampion tersebut, tapi sekaligus penerangan jalan umum (PJU) yang padam. ”Selasa kemarin teman-teman kita minta cek, sekalian diperbaiki. Karena ada juga lampu PJU di sekitar sana mati, jadi ada tiga tempat,” tutur dia.
Dijelaskan, penyebab lampu padam itu lantaran terus menerus terguyur hujan hingga mengalami trouble. ”Angin juga kadang jadi masalah. Sehingga banyak faktor kalau sudah musim hujan, kena gesekan ranting pohon kadang pengaruh,” lanjut Hartono.
Dia lantas mencontohkan lampu penerangan jalan di Kecamatan Megaluh, yang padam tidak lebih dari tiga lampu. ”Kabel ketika kena pohon putus, sehingga mudah-mudahan nanti malam tidak ada masalah,” tutur dia.
Menurut Hartono, lampu hias di kawasan Alun alun Jombang sementara dipertahankan. Berbeda dengan lampu serupa di Jalan dr Soetomo atau kawasan Jombang Kuliner, yang memang semua lampion dibersihkan. ”Kawasan alun-alun kita biarkan, karena masih baru, belum aus,” pungkasnya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW