Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dibongkar, Gedung Eks Kawedanan Jombang Tinggal Kenangan

Achmad RW • Minggu, 20 November 2022 | 13:34 WIB
Gedung eks Kawedanan Jombang yang kini dirobohkan
Gedung eks Kawedanan Jombang yang kini dirobohkan
JOMBANG – Gedung Eks Kawedanan Jombang peninggalan zaman kolonial Belanda yang kini jadi bagian gedung PGRI Jombang kini tinggal kenangan. Gedung tua yang terletak di Jl Cak Durasim Jombang ini dirobohkan. Bangunan utama sudah rata dengan tanah. Hanya tersisa puing bangunan yang hancur berkeping-keping.

Dari informasi yang dihimpun, gedung itu adalah rumah Kanjeng Wedono district Modjoredjo (Jombang Kota) yang dibangun sebelum pemecahan Jombang dan Mojokerto sekitar 1900-an. ”Ya itu adalah bangunan kawedanan/district modjoredjo (Jombang Kota),’’ ujar M Faisol penelusur sejarah kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Gedung tersebut dibangun sekitar 1900 sebagai kantor kawedanan Jombang kota yang meliputi Jombang, Pandanwangi, Kedung Pinggiran, Gudo, Ngoro dan Perak. Dalam sejarahnya, wilayah Jombang sebelum terpisah dengan Mojokerto 1910, dibagi menjadi wilayah masing-masing district Modjoredjo (tengah), Mojoagung (timur), Mojodadi (utara). “Dan gedung itu rumah kanjeng Wedono District Modjoredjo,’’ jelasnya.

Dari catatan sejarah, gedung tersebut merupakan saksi bisu perjuangan sebelum kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan. ”Sebelum tahun 1945 digunakan kantor Wedono, lalu 1945-1949 digunakan sebagai markas pejuang, kemudian pasca 1950 digunakan sekolah rakyat, tahun 1960-1970 digunakan jawatan pendidikan/Dikbud dan 1980 sekarang digunakan kantor PGRI,’’ beber dia.

Sementara itu, Dian Soekarno pemerhati sejarah dan budaya Jombang ikut prihatin gedung tua yang dirobohkan. Menurutnya, peninggalan sejarah seharusnya dijaga bukan dirobohkan untuk kepentingan sekarang. ”Kita terjebak dalam masa interregnum di mana nilai lama sudah ditinggalkan dan nilai baru belum ditemukan wujudnya,’’ ujarnya.

Menurut dia, gedung tersebut sangat kental dengan nilai sejarah. Dalam masa ke masa, gedung tersebut pernah digunakan Cak Durasim berlatih ludruk. ”Pernah dipakai Cak Durasim yang fenomenal, kalau dibongkar saya pikir ini menjadi PR kita bersama,’’ tambahnya.

Dengan dirobohkannya gedung itu sama saja dengan menghapus sejarah. ”Gedung itu tahun 1985 masih dimanfaatkan untuk banyak hal. Mulai lomba hingga menjadi pusat kegiatan pendidikan di Jombang,’’ papar dia.

Sejauh ini, dari catatannya, ada enam gedung peninggalan zaman kolonial yang sudah rata dengan tanah. Pertama gedung eks Kawedanan Ploso, rumah diduga masa kecil Bung Karno, gedung eks pesanggrahan (ndalem tamu) Jl KH Ahmad Dahlan, rumah Kanjeng Sepuh, gedung eks gedung pramuka yang pernah dijadikan ikrar pemuda sebelum transmigrasi pramuka dan terbaru rumah eks Wedono District Modjoredjo.

”Memang sudah ada enam gedung yang sudah rata. Ini PR kita bersama, bukan hanya pemerintah tapi warga, masyarakat dan seluruh elemen masyarakat,’’ pungkas Dian. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW
#Peninggalan belanda #Bangunan Kolonial #Jombang #dibongkar #sejarawan #Gedung tua