Ketua tim ekskavasi Pahadi, menyampaikan ada beberapa batu yang diyakini sebuah struktur candi. Batu dengan ukuran bervariatif itu ditemukan saat menggali di sekeliling Yoni Gambar. ”Kami belum menemukan struktur intak (utuh). Tetapi sebaran batu penyusun candi yang berwarna ungu dan krem, banyak ditemukan,’’ ujarnya.
Dari temuan batu penyusun candi tersebut, ia menduga jika bangunan struktur mengalami kerusakan. Batu tersebut ditemukan dalam kedalaman 1 meter. "Namun posisinya berserakan,’’ tambah arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur ini.
Kegiatan ekskavasi yang rencana dilakukan 7 hari itu targetnya bisa mengidentifikasi potensi struktur di bawah Yoni Gambar. ”Asumsi awal, Situs Yoni Gambar memiliki kemiripan latar belakang dengan Yoni di Klinterejo Mojokerto. Selain yoni memiliki ukuran cukup besar, letaknya juga sama berada di tengah sawah,’’ papar dia.
Disampaikan, Yoni merupakan komponen bangunan candi yang berlatarbelakang agama Hindu. Salah satu keistimewaan Yoni Gambar, ukurannya yang besar mencapai dua kalilipat dari Yoni Klinterejo. ”Dimesi Yoni Gambar cukup besar. Sekitar 2,8 meter dan tinggi 132 cm,’’ jelasnya.
Melihat ukuran batu sebesar itu ia menduga sejak dulu memang lokasinya di tempat semula. Sebab, akan kesulitan jika dipindah ke lokasi lain. ”Kalau arahnya memang mengalami pergeseran. Yakni pahatan naga harusnya menghadap utara. Tapi karena ini sudah menghadap barat, artinya sudah bergeser. Namun lokasinya tetap,’’ jelas dia lagi.
Jika lokasinya tetap, maka dugaan awal adanya struktur bangunan di bawah Yoni masih tetap. ”Itupun jika tidak rusak baik faktor manusia ataupun faktor alam,’’ pungkas Pahadi. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW