Deru bunyi mesin jahit terdengar samar-samar dari sebuah rumah sederhana di Dusun Genjong Lor, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Sabtu (12/11) kemarin. Sejumlah tumpukan berbagai jenis kain dan menghiasi ruang kerja.
Itulah sekilas gambaran saat Suntoro, 48, perajin tas rumahan tengah asyik mengerjakan pesanan tas dari pelanggan. Meski skala home industri, tas bikinan Suntoro berani bersaing dengan tas pabrikan. ”Saya memulai usaha ini sejak 2010. Sebelumnya, saya bekerja ikut orang di Sidoarjo,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.
Berbekal kemampuan dan pengalaman yang didapatnya dari tempat ia bekerja dulu, Ia akhirnya memberanikan diri mengembangkan usaha pembuatan tas di rumahnya. ”Awalnya saya mengerjakan borongan tas antarkota, tapi karena capek pulang pergi luar kota akhirnya saya membuka sendiri di rumah, sejak 2010,” tambahnya.
Ia menceritakan, awal mula membuka usaha tas memang tak seramai sekarang. Ia masih ingat betul pelanggan pertamanya adalah seorang fotografer asal Jombang. Saat itu, ia mendapatkan pesanan tas kamera dengan bentuk dan desain yang menyesuaikan dengan tas kamera. ”Kemudian saya tekuni, dan sampai sekarang banyak fotografer yang sudah langganan,” terangnya.
Suntoro mengatakan, semua proses pembuatan tas kerjakan sendiri di rumah. Mulai membuat pola, menjahit hingga memasarkan produk. ”Kecuali kalau pesanan banyak, misalnya untuk tas sekolah, maka saya minta bantuan teman-teman penjahit,” papar dia.
Meski produksi rumahan, bahan yang digunakan Suntoro dalam membuat tas sesuai bahan pembuatan tas pada umumnya. Mulai bahan sintetis nilon D600, kabjib, bahan baby ripstop, hingga bahan bahan lain. Ia juga melayani berbagai macam tas, mulai tas sekolah, tas kamera dan tas kerja. ”Bahan sesuai standar tas pada umumnya,” jelas dia.
Harga tas bikinan Suntoro juga bersaing. Misalnya, harga tas sekolah per buahnya dibanderol mulai Rp 150 ribu, tas kamera mulai Rp 280 ribu, dan untuk tas kamera video dengan ukuran lebih besar mulai Rp 350 ribu. ”Harga juga bersaing sesuai tingkat kesulitan,” papar dia.
Selain itu, jika ada permintaan tambahan logo instansi atau kantor, pihaknya juga bisa melayani. ”Bisa kami bordirkan sesuai pesanan,” jelas dia.
Selama ini, pemasaran tas buatan Suntoro selain dipasarkan di lokal Jombang, beberapa pelanggannya juga dari luar Jombang. ”Ya hari ini saya mengirim pesanan Tangerang. Paling jauh dari Manado, Palembang, Sumatera dan Sulawesi,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW