Pantauan di lokasi, Sabtu (12/11), sejumlah pohon yang sebelumnya tumbuh di depan atau samping trotoar sudah tidak ada lagi. Menyisakan batang bagian bawah beserta akarnya. Berikut pohon di sebelah utara atau dekat tembok Lapas Kelas IIB Jombang, juga hanya tersisa batang bagian bawah.
Begitu juga pohon di sebelah selatan atau samping jalan nasional, sudah dikepras. Namun, tak sampai di tebang seperti di depan monumen. Beberapa tembok yang sebelumnya tertempel gambar tokoh agama Jombang, kini sudah dirobohkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum, melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan, menyampaikan ada kegiatan renovasi taman. ”Jadi sudah lama taman kota (Jombang kota, Red) tidak direnov, sehingga di P-APBD ada kegiatan, salah satunya Taman Mastrip,” katanya.
Dijelaskan, perbaikan taman tersebut tidak mempengaruhi konsep awal. Menjadi salah satu monumen Mastrip. Hanya ada penyesuaian pada tanaman. ”Kita lengkapi ada semacam figur tokoh agama Jombang, konsepnya hampir sama dengan di Masjid Jamik (Masjid Agung Baitul Mukminin, Red),” imbuh dia.
Terlihat ada gambar tokoh lokal dari sejumlah pondok pesantren beserta biografi singkat. ”Untuk pohon ada sekitar tiga yang ditebang, lainnya hanya kita rapikan,” tutur Amin.
Menurutnya, penebangan dilakukan lantaran ada beberapa pertimbangan. Salah satunnya terlalu rimbun, batang pohon juga sudah besar. ”Termasuk sisi utara dekat Lapas, kemarin teman-teman juga minta supaya ditebang atau dipotong biar tidak mengganggu keamanan,” ujar dia.
Meski demikian, ke depan tetap ada tanaman. Khusus di bagian depan, dijadikan area terbuka, rumput dan tanaman pendek untuk peneduh. "Apalagi di situ sudah ada pohon tabebuya yang ikut trotoar, sehingga kita sesuaikan,” lanjutnya.
Ia menyebut, pekerjaan akan berjalan hingga sebelum tutup tahun nanti. ”Sistem penunjukan langsung karena anggarannya di bawah Rp 200 juta,” pungkas Amin. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW