"Ini Sebagai bentuk meneladani para pahlawan", kata pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis PP Darul Ulum Rejoso ini.
Ketua DPC Demokrat Jombang ini, menjelaskan, pada setiap tempat dan waktu ada pahlawan. Bagi anak, bapak yang rela kerja keras mencari rezeki adalah pahlawan. Bagi siswa, guru yang rela mendampingi belajar adalah pahlawan.
’’Setiap kita bisa menjadi pahlawan,’’ ucap bendahara Ikatan Sarjana NU (ISNU) Jombang ini. Syaratnya, mau mengabdi dan berkorban demi orang lain. Baik berkorban waktu, tenaga, harta maupun ilmu. ’’Pahlawan zaman kemerdekaan berkorban jiwa raga bahkan nyawa. Sekarang kita hanya perlu berkorban sesuai kapasitas yang dimiliki,’’ terang alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di IAIT Kediri.
Tokoh kelahiran 23 Maret 1975 ini selalu memberikan teladan kepahlawanan. 12 mobilnya termasuk sedan, elf dan Alphard, boleh dipinjam gratis untuk masyarakat. Baik untuk antar jemput pasien, khitan, pernikahan, pengajian maupun ziarah.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang ini juga rajin blusukan membantu masjid musala. Serta kerap membantu sembako kepada tukang becak dan orang-orang yang membutuhkan. Ketua induk cabang olahraga kempo (Perkemi) Jombang ini setiap hari keliling membagi uang kepada anak-anak yang ditemui. Baik di sekolah maupun kegiatan lainnya. (jif/riz) Editor : Achmad RW