Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang Haryo Purwono mengatakan, dari hasil tracing total ada 25 temuan kasus baru per Minggu (6/11). ”Benar, sehingga total kasus aktif saat ini menjadi 125 orang,” ujar dia.
Sebanyak 125 orang itu, Lanjut Haryo, sebanyak 37 orang menjalani perawatan di RSUD, 48 menjalani perawatan di rumah sakit lainnya dan 40 menjalani siolasi mandiri. Selain itu, juga ada 13 orang dinyatakan sembuh. Meski begitu, Haryo belum bisa menyebutkan dari pasien yang terpapar Covid-19 apakah ada yang terjangkit varian Omicron XXB. ”Kita belum memastikan, karena di Jatim sendiri belum ada yang ambil sampel,” jelas dia.
Pihaknya tetap meminta warga kembali meningkatkan prokes saat beraktivitas. ”Varian XBB tingkat penularannya cepat, tapi tidak separah Delta,” pungkasnya. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang di laman https://infocovid19.jatimprov.go.id , berturut-turut pada Jumat (4/11) ada satu pasien meninggal terkonfirmasi Covid-19. Disusul pada Sabtu (5/11) ada penambahan satu lagi pesien meninggal positif terjangkit Covid-19.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Jombang dr Mamurotus Sa’diyah mengatakan, total ada 30 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di RSUD Jombang. ”Ya per hari ini, total ada 30 pasien yang dirawat di RSUD Jombang. Mereka rata-rata terkonfirmasi bukan karena murni Covid-19, namun karena komorbid yang diderita,” ujar dia kemarin.
Kenaikan pasien Covid-19 terjadi sejak awal November. Setiap masuk ke RSUD, pasien terlebih dulu diskrining hingga Swab PCR. ”Kalau terkonfirmasi positif mau tidak mau kita rawat di ruang isolasi,” tambahnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada instruksi untuk mengambil sampel pasien yang terpapar Covid-19. ”Kita belum bisa memastikan mereka terpapar varian apa, karena kita belum ada arahan dari dinas kesehatan untuk mengambil sampel pasien yang terkonfirmasi. Namun, kalau ada instruksi kami siap mengambil sampel,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW