Decit suara mesin jahit terdengar cukup jelas di rumah sederhana Dusun Genjong Lor, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro. Di samping pria paruh baya, berjajar rapi berbagai macam sepatu. Mulai sepatu pantofel pria, sepatu sekolah, hingga sepatu jenis casual baik perempuan dan pria. Ada pula berbagai macam model sandal.
Ya, aneka bentuk sepatu yang dipajang di rumah Alisin itu bukan buatan pabrik. Melainkan sepatu rumahan buatannya sendiri. Ia mulai menekuni pembuatan usaha sepatu dan sandal sejak 2008 silam. Setelah mendapat bekal ketrampilan dari seseorang tempat ia bekerja dulu. ”Dulu kerja ikut orang di Surabaya, namun saya keluar mendirikan usaha sendiri,’’ ujarnya saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya, Kamis (3/11) siang.
Seperti umumnya, awal membuat usaha sepatu tak banyak konsumen yang berminat. Namun, setelah 14 tahun konsisten menekuni usaha, kini karyanya sudah memenuhi pangsa pasar di mana-mana. Baik luar kota di Jawa Timur hingga luar pulau. ”Ya sekarang sudah cukup banyak pelanggan,’’ tambahnya.
Dalam sehari, bapak dua anak ini bisa membuat sepatu dan sandal antara lima hingga 10 pasang, tergantung tingkat kesulitan. Adapun bahan pembuatan sepatunya tak hanya kain sintetis, namun ada juga yang menggunakan bahan kulit asli. ”Sekarang belum berani memasarkan terlalu banyak. Saya sementara melayani pesanan baik masyarakat maupun pelanggan,’’ terang dia.
Saat ditanya harga, Alisin tidak mematok mahal. Sepatu yang dibuatnya dijual mulai harga Rp 90 ribu sampai Rp 250 ribu per pasang. Semua itu bergantung bahan dan tingkat kesulitannya. Kini, sepatu dan sandal buatannya telah merambah pasar di Surabaya, Bali hingga Kalimantan. ”Ada yang dipesan orang Bali dan Kalimantan. Tapi rata-rata yang pesan sekitar Jawa Timur sendiri,’’ papar dia.
Tingkat produktivitasnya terbilang cukup banyak. Dalam satu bulan, Alisin bisa menjual hingga 50 pasang sepatu dan sandal. Omzet keseluruhan yang diraupnya bisa mencapai Rp 10 juta. ”Untuk omzet tidak menentu tergantung banyak sendikitnya pesanan yang masuk,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW