"Ya memang ada kenaikan kembali harga kedelai yang kemarin Rp 12.400 per Kg, sekarang menjadi Rp 13.400," ujar Hari Oetomo Kepala Disdagrin Jombang.
Ia menduga kenaikan harga jual kedelai impor tersebut karena dipengaruhi biaya importir yang sedang naik. Sehingga kenaikan harga kedelai tidak hanya di Jombang, tapi hampir merata di berbagai daerah. "Kenaikan ini merata nasional," ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ke pihak distributor untuk memantau stok kedelai yang ada. "Kita lihat stok masih mencukupi apa tidak. Kalau stok menipis pasti harga akan naik lagi. Jadi dipantau," tegasnya.
Ditanya kebijakan operasi pasar (OP), seiring dengan kenaikan harga kedelai yang terus melambung. Hari masih belum bisa memastikan. "Kita koordinasikan dengan tim. Apakah nanti dilakukan operasi pasar atau tidak," pungkas Hari.
Untuk diketahui, harga kedelai impor terus meroket dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan ini semakin memberatkan pengusaha tahu dan tempe di Jombang. Usaha mereka terancam gulung tikar lantaran biaya operasional terus membengkak. Padahal, ukuran tahu dan irisan tempe yang dijual sudah dikurangi. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW