Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Kedelai Makin Tinggi, Disdagrin: Kita Cek Stok Dulu

Achmad RW • Senin, 24 Oktober 2022 | 13:03 WIB
Ilustrasi Kedelai (Pixabay.com)
Ilustrasi Kedelai (Pixabay.com)
JOMBANG - Kenaikan harga kedelai impor tembus Rp 13.400 per Kg, belum ditindaklanjuti. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang baru akan meninjau kondisi di lapangan terutama di tingkat distributor.

"Ya memang ada kenaikan kembali harga kedelai yang kemarin  Rp 12.400 per Kg, sekarang menjadi Rp 13.400," ujar Hari Oetomo Kepala Disdagrin Jombang.

Ia menduga kenaikan harga jual kedelai impor tersebut karena dipengaruhi biaya importir yang sedang naik. Sehingga kenaikan harga kedelai tidak hanya di Jombang, tapi hampir merata di berbagai daerah. "Kenaikan ini merata nasional," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan ke pihak distributor untuk memantau stok kedelai yang ada. "Kita lihat stok masih mencukupi apa tidak. Kalau stok menipis pasti harga akan naik lagi. Jadi dipantau," tegasnya.

Ditanya kebijakan operasi pasar (OP), seiring dengan kenaikan harga kedelai yang terus melambung. Hari masih belum bisa memastikan. "Kita koordinasikan dengan tim. Apakah nanti dilakukan operasi pasar atau tidak," pungkas Hari.

Untuk diketahui, harga kedelai impor terus meroket dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan ini semakin memberatkan pengusaha tahu dan tempe di Jombang. Usaha mereka terancam gulung tikar lantaran biaya operasional terus membengkak. Padahal, ukuran tahu dan irisan tempe yang dijual sudah dikurangi. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#rodusen Tahu #cek stok #Harga melonjak #disdagrin #pangan #Jombang #harga kedelai #Operasi Pasar #Kebutuhan Pokok