”Dinas harus melakukan pengecekan rutin ke setiap Rubuha,” ujar Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang, kemarin. Proyek tahunan yang terletak di tengah area persawahan itu mempunyai risiko kerusakan sangat besar. Sehingga harus mendapat perhatian lebih.
”Tingkat kerusakannya bisa dilihat karena apa, kualitas atau memang murni kerusakan faktor alam,” ungkapnya. Terlebih, yang digunakan merupakan anggaran negara. Jangan sampai, program yang sudah direncanakan menjadi muspro kali sekian.
”Jadi jangan hanya menganggarkan dan memasang. Perlu perawatan biar tidak rusak,” ungkapnya. Politisi PPP ini menilai, program akan sia-sia bila hanya menganggarkan dan melakukan pemasangan. ”Kalau rusak, program membasmi hama tikus juga akan gagal,” tegas dia.
Untuk itu, dirinya mendorong dinas terkait agar melakukan perbaikan secepatnya. ”Jangan sampai malah tambah rusak,” pungkas Sunardi.
Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan rumah burung hantu (rubuha) patut diperhatikan serius. Selain dipandang tak efektif menanggulangi hama tikus, sejumlah titik rubuha justru rusak.
Seperti temuan di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, salah satu bangunan rubuha bantuan 2021 rusak. Selain baru setahun dipasang, anggaran untuk pembelian satu rubuha itu mencapai jutaan rupiah. Penyebab kerusakan karena tak mampu menahan terpaan angin kencang. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW