Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Kedelai Makin Melangit, Perajin Tahu Terancam Bangkrut

Achmad RW • Kamis, 20 Oktober 2022 | 13:05 WIB
ilustrasi, salah satu perajin tahu di Desa Sumbermulyo.
ilustrasi, salah satu perajin tahu di Desa Sumbermulyo.
JOMBANG – Harga kedelai yang terus meroket beberapa minggu terakhir, semakin memberatkan perajin tahu. Usaha mereka pun terancam gulung tikar lantaran biaya operasional terus membengkak.

”Harga kedelai terus naik, mulai dari Rp 11 ribu menjadi Rp 12.400 per kilogram,” ujar Imam Subeki salah satu perajin tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.

Bahkan, lanjut Imam, saat ini harga kedelai tembus di angka Rp 13.400 per kilogram. ”Malah naik Rp 1.000 per kilogramnya. Terus kami produksinya seperti apa kalau naik terus,” keluhnya.

Diakui Imam, dirinya juga sudah mengurangi jumlah produksi dari harga kedelai Rp 12.400. ”Kalau proses masak dulu bisa 1 kuintal dalam satu hari sekarang hanya 750 kilogram,” katanya. Selain itu, ukuran tahu juga diperkecil agar masih bisa mendapatkan untung. ”Harga jual juga saya naikkan Rp 150 rupiah. Biasanya Rp 500 rupiah per biji sekarang Rp 650,” katanya.

Dia berharap pemerintah mencarikan solusi untuk menekan harga kedelai yang terus melonjak. ”Harapannya ada perhatian dari pemerintah. Kalau seperti ini terus bisa gulung tikar kami,” keluhnya.

Tidak hanya penjual tahu, penjual kedelai juga merasakan dampaknya. Badri Sofi salah satu penjual kedelai di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto mengaku, penjualannya menurun drastis. ”Biasanya bisa menjual 1 ton lebih sekarang tidak sampai. Ya karena perajin tahu juga mengurangi jumlah produksinya,” pungkasnya.(yan/naz) Editor : Achmad RW
#tahu #sumbermulyo #harga bahan baku #Perajin Tahu #Jombang #Terancam bangkrut #harga kedelai #Jogoroto