Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sumur Kuno di Ngudirejo Tak Memungkinkan Dikaji, Begini Alasannya

Achmad RW • Senin, 10 Oktober 2022 | 14:03 WIB
Sumur kuno yang ditemukan warga di Dusun Becek, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek.
Sumur kuno yang ditemukan warga di Dusun Becek, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek.
JOMBANG – Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim menilai temuan stuktur bata di Dusun Becek, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek memang sumur kuno. Kendati demikian, kajian lebih lanjut pada temuan itu potensinya sangat kecil, terlebih kondisi temuan yang kini sudah diuruk.

”Kalau dilihat berdasarkan struktur dan bentuknya, memang bisa diduga itu benda purbakala,” terang Albertus Agung Vidi Susanto, arkeolog BPK Wilayah XI Jatim.

Vidi menjelaskan, bata lengkung adalah kunci dari identifikasi temuan itu. Bata jenis itu biasa digunakan masyarakat di masa lampau untuk membuat struktur sumur. ”Meski hanya terlihat separo, namun jelas sekali itu bata lengkung,” lontarnya.

Hal lain yang menguatkan, adalah lokasi ditemukannya struktur itu. Dari informasi yang didapatnya, sumur itu ditemukan di kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah. ”Dan jika dilihat tanah yang sempat dibongkar kan bentuknya pasir ya, ini menguatkan dugaan ke arah ODCB,” lontarnya.

Pihaknya juga menyebut, temuan sumur biasanya mengindikasikan di lokasi sekitar itu pernah ada pemukiman penduduk. Namun, hal itu perlu pembuktian lebih lanjut karena minimnya temuan pendukung di lokasi. Temuan bokor berbahan kuningan di lokasi itu, juga disebutnya masih meragukan. ”Kami cenderung skeptis dengan penemuan itu, karena tidak bisa dipastikan titiknya di mana dan di kedalaman berapa. Apalagi selama ini tidak ada indikasi temuan era Majapahit untuk pemukiman dan ada kuningan,” lontarnya.

Vidi juga menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas P dan K Jombang terkait temua itu. Namun, kelanjutan kajian untuk temuan itu sangat kecil kemungkinan bisa dilakukan. Pasalnya, pemilik tanah telah menguruk struktur yang ditemukan. Selain itu, di sekitar lokasi temuan ini terdapat banyak bangunan yang disebut justru akan menganggu jika pembongkaran terus dilakukan. ”Kami sebenarnya tidak semua temuan harus ditinjau bahkan ditampakkan. Treatment memang yang baik mungkin diuruk tidak apa-apa, tapi tetap dicatat dan diambil dokumentasinya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bangunan sumur kuno ditemukan di Dusun Becek, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek (3/10). Bangunan sumur terpendam  sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah. Diduga bangunan sumur yang terletak di lingkungan pesantren merupakan peninggalan purbakala. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW
#temuan kuno #Studi lanjutan #BPK WIlayah XI Jatim #Tidak memungkinkan #purbakala #Jombang #ODCB #bata lengkung