Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 itu diikuti ribuan suporter yang kompak berkostum serba hitam, sebagai bentuk duka cita. Kegiatan diawali dengan menyalakan ribuan lilin. Saat lagu gugur bunga dinyanyikan, seketika suasana terasa emosional. Usai lagu gugur bunga dilantunkan, doa bersama lintas agama dilakukan.
"Kami suporter di Jombang seluruhnya berduka atas kejadian di Kanjuruhan Malang," ucap Indra Tejo koordinator aksi. Diharapkannya, kejadian Kanjuruhan jadi kejadian terakhir yang menyangkut suporter di Indonesia.
Ia juga menyebut meski selama ini seringkali ada knflik antar suporter, tragedi Kanjuruhan membuat seluruh elemen superter bola di Indonesia ikut terluka. Ke depan, para suporter juga tak ingin ada lagi konflik apalagi hingga merenggut nyawa hanya karena sepak bola. "Kami bergabung sebagai bentuk rasa kemanusiaan, semua ikut terluka," tambahnya.
Sementara Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat yang hadir dalam kegiatan itu, menyebut tragedi Kanjuruhan jadi pelajaran berharga untuk siapapun. Baik pihak keamanan, suporter hingga penyelenggara event olahraga ke depan. "Kami mewakili Forkopimda ikut berduka sedalam-dalamnya. Ini Pelajaran berharga untuk semua pihak, dan tidak ada prestasi apapun yang seharga nyawa," pungkas dia. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW