Pantauan di lokasi, dari kejauhan tampak Monumen Garuda Pancasila terlihat kokoh dan megah. Namun jika dilihat lebih dekat, beberapa bagian kurang terawat. Seperti air pada kolam air berwarna hijau keruh. Juga banyak sampah botol berserakan di area tersebut. Selain itu, beberapa cat banyak yang sudah mengelupas. ”Yaitu banyak cat yang sudah mengelupas, terutama di bagian tiang monumen,” celetuk Anang, salah satu warga di lokasi.
Dari papan prasasti di lokasi diketahui, monumen tersebut didirikan pada 1 April 1996 silam. Peresmian dilakukan Bupati Jombang Seowoto Adiwibowo. ”Kalau melihat plakat monumen usianya kurang lebih 26 tahun. Tapi untungnya bangunan masih kokoh, hanya kurang perawatan saja,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Miftahul Ulum Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jombang membenarkan untuk perawatan monumen-monumen di sekitar kota menjadi tanggung jawab DLH. Termasuk Monumen Garuda Pancasila yang terletak di Jl Dr Soetomo. ”Selama ini kita perawatan pada tanamannya. Untuk jadwalnya kita lakukan bergilir secara berkala,” terangnya.
Saat disinggung terkait kondisi cat mengelupas dan air kolam yang keruh, Ulum menegaskan akan segera ditindaklanjuti. ”Sesuai rencana, insya Allah kami tindaklanjuti melalui P-PABD ini,” pungkasnya.
Di sisi lain, semarak peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober terasa ketika melintas di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam. Sejumlah gapura setiap RT dihias dengan aneka pernak-pernik, mulai bendera dan hiasan lainnya.
Seperti tampak di RT 01 RW 02 kemarin, tampak ada foto Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin. Di tengah persimpangan jalan, juga ada sebuah miniatur burung garuda berukuran cukup besar yang dibuat warga. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW