Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Kedelai Tak Menentu, Bikin Pengusaha Tahu di Jombang Kelimpungan

Achmad RW • Jumat, 30 September 2022 | 13:13 WIB
Salah satu produsen tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.
Salah satu produsen tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.
JOMBANG - Harga kedelai yang meroket secara cepat pada dua pekan terakhir, sangat berdampak pada proses produksi tahu. Selain mengurangi penggunaan bahan kedelai, ukuran penjualan tahu juga diperkecil. Harga yang tak stabil, juga membuat pengusaha bingung menentukan harga.

"Tiap hari ada kenaikan sekitar Rp 100 sampai  Rp 200 per kilogram," kata Imam Subeki salah seorang pengusaha tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kamis (29/9).

Saat ini, lanjutnya, harga kedelai tembus Rp 12.400 per Kg. Padahal, sebelumnya cuma Rp 11 ribu per Kg. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, lanjutnya, harga kedelai tidak stabil. Hal ini yang membuat pelaku usaha yang menggunakan bahan baku kedelai kebingungan. "Paling stabil dua sampai tiga bulan, terus naik turun, naik turun. Harapan dari pengrajin kestabilan harga," bebernya.

Ia berharap, jika harga kedelai naik hingga Rp 15 ribu per Kg, maka selanjutnya konsisten tidak berubah-ubah. "Katakanlah naik Rp 15 ribu, sampai satu tahun dua tahun, tiga tahun apa lima tahun, itu stabil. Lah kalau seperti ini pengrajin sulit," tukas dia.

Berbagai upaya mempertahankan harga jual tahu terus dilakukan. Selain mengurangi penggunaan bahan baku kedelai untuk setiap produksi tahu. Setelah proses pembuatan tahu selesai, ukuran tahu yang akan dijual juga dikurangi lebih kecil. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan operasional.

"Ya, akhirnya mengurangi ukuran tahu menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan operasional karena nggak berani menaikkan harga tahu di pasar karena takut tidak laku," tegasnya.

Sementara itu, Badri Sofi salah seorang pemasok bahan baku kedelai di Desa Mayangan, mengaku kenaikan harga kedelai dalam dua pekan terakhir cukup berpengaruh pada perkembangan usahanya. Saat harga jual kedelai mencapai Rp 12.400 per kilogram, tingkat penjualan untuk satu perajin tahu hanya 1 ton setiap hari.

"Berbeda dengan sebelumnya harga Rp 11 ribu per kilogram, kedelai bisa terjual di atas 1 ton setiap hari," katanya. Setiap hari, tingkat penjualan kedelai di tempatnya terus berkurang. Hal ini dipengaruhi pengurangan bahan baku yang dilakukan para pengusaha. Jumlah penggunaan kedelai untuk membuat tahu dikurangi, agar tidak merugi terlalu besar.

"Kalau hari biasa proses sekali masak perlu kedelai 15 kilogram, saat ini berkurang menjadi 13 kilogram dalam satu takar," bebernya. Sehingga dalam satu hari, pengusaha tahu akan menghabiskan kedelai hingga 1 kwintal. "Namun sejak dua pekan terakhir, produsen tahu rata-rata hanya menghabiskan kedelai antara 700-750 kilogram," pungkas Badri. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#tahu #perajin tahu ingung #harga kedelai #harga naik #Mayangan #Jogoroto #Produsen Tahu