Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Menengok Taufik Purwanto dengan Shelter Kucing Liarnya di Jombang

Achmad RW • Kamis, 29 September 2022 | 13:34 WIB
Cak Pur sedang merawat kucing-kucing liar yang ia selamatkan dari jalan.
Cak Pur sedang merawat kucing-kucing liar yang ia selamatkan dari jalan.
JOMBANG - Kebiasaan Taufik Purwanto yang peduli dengan kucing liar, berbeda dengan kebanyakan orang yang senang berburu kucing lucu dan kucing ras. Rumahnya yang dijadikan shelter, kerap menampung kucing sakit maupun kucing tak terurus.

Di pasar tradisional, jalan raya, perkampungan penduduk, maupun di tempat pembuangan sampah kerap ditemukan kucing liar. Tak sedikit, kondisi kucing lokal itu mengenaskan. Kurus, kotor dan terkadang sakit. Di tempat-tempat itulah yang menjadi jujukan Taufik Purwanto, warga Desa/Kecamatan Peterongan untuk mencari kucing tak terawat.

“Sudah sejak 2004 saya merawat kucing yang sakit atau dibuang pemiliknya,” ujarnya saat didatangi di rumahnya, kemarin. Rasa ibanya langsung terpancing begitu melihat kondisi kucing yang tidak terurus. Om Pur, begitu sapaan akrabnya, langsung tergerak untuk menyelamatkan kucing-kucing liar yang sakit. Diobati dan dirawat sendiri.

Setidaknya ini terlihat dari rumahnya. Begitu tiba di teras, sudah ada kandang kucing. Beberapa ruang terlihat kosong. Namun sejumlah kucing terlihat bermain di dekatnya. Ada pula yang berada di ruang belakang. Om Pur memang membangun tempat rescue dan shelter kucing. Tak jarang, ia berkeliling untuk melihat kondisi kucing piaraannya.

”Awalnya dulu nggak tega melihat kucing yang sakit di pinggir jalan. Kemudian saya rawat hingga sembuh, terus saya lepas lagi karena memang belum punya tempat,” tuturnya.

Hingga kini, lebih dari ribuan ekor kucing liar telah dievakuasi. Tidak semuanya sembuh. Banyak juga yang mati. Dikubur di lahan dekat rumahnya. ”Kalau sekarang ini kucing saya tinggal 120 ekor. Karena tidak menentu keluar masuk,” ungkapnya.

Guna menyediakan makan dan obat-obatan, ia menyisihkan uang dari kerjanya sebagai tukang. Tak jarang, pencinta kucing lainya juga turut membantu memberi obat dan makanan untuk kucing-kucingnya. Dalam sebulan, dirinya harus mengeluarkan biaya sampai Rp 1 juta untuk membeli pakan.

Namun semua itu bergantung jumlah kucing yang dievakuasi. Setelah banyak yang tahu adanya rescue dan shelter, rumahnya sering mendapat kiriman kucing. Mayoritas dalam kondisi sakit. Ada pula yang menghubunginya melalui telepon untuk mengambil kucing yang sakit.

Ia mengaku, semua anggota keluarganya mendukung. Termasuk tetangganya juga tidak mempermasalahkan Purwanto memelihara kucing liar. ”Alhamdullilah semua mendukung, tetangga juga baik,” ungkap dia. Kucing-kucing yang dievakuasi dan berhasil sembuh, akan dipajang. Kemudian dicarikan pengasuh. Tanpa biaya. ”Terkadang juga ada yang mau mengadopsi dengan mengganti pakan kucing,” pungkasnya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW
#pecinta kucing #shelter kucing #peterongan #Jombang #kucing liar #features