Hingga hari Sabtu (24/9) sore, sudah hampir 30 peserta yang mendaftar. Terdiri dari pelajar, guru, komunitas pemerhati sejarah dan reenactor (komunitas pemeran reka ulang pelaku sejarah) serta warga umum.
“Bagi yang belum sempat mendaftar kemarin, tetap bisa ikut secara langsung saat pelaksanaan. Selama kuota peserta masih ada,” ucap Moch Faisol ketua panitia. Kalau kuota 50 peserta sudah tercapai, maka selebihnya harus ikut event serupa pekan berikutnya.
Para peserta akan mendapat sajian kisah-kisah seputar obyek bersejarah beserta foto-foto tempo dulu. Pemandu JJSJ bisa menunjukkan lokasi dan cerita setiap obyek yang punya nilai sejarah, di era kolonial hingga revolusi kemerdekaan di Jombang. Peserta juga boleh bertanya jika merasa tertarik pada obyek-obyek bersejarah yang dilalui di sepanjang rute.
Jika belum berkesempatan ikut di event perdana ini tidak perlu khawatir. Sebab event JJSJ direncanakan ada setiap hari Minggu pagi di beberapa pilihan rute wisata bersejarah di Jombang. Rute 1: RSUD Jombang ke selatan sampai finis di Taman Mastrip. Rute 2: RSUD Jombang ke utara sampai finis di Ringin Contong. Rute 3: Masjid Jamik Alun-alun ke timur sampai finis di Taman Mastrip. Rute 4: Kebonrojo ke barat sampai finis di perempatan SMAN 2 Jombang. Rute 5: Ringin Contong ke barat sampai finis di Monumen Brigjen Kretarto. Rute 6: Ringin Contong ke timur sampai finis di Ruko Simpang Tiga.
Cara mengikuti event JJSJ ini mudah saja. Peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya dengan membeli koran Jawa Pos Radar Jombang di Jl Airlangga 10 Jombang. Event ini didukung air dalam kemasan Cheers healthy water. Informasi lengkap dan pendaftaran bisa menghubungi WA: 0822.4409.9176. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW