Moch. Faisol ketua panitia JJSJ menerangkan, sebanyak 15 pendaftar rata-rata dari kalangan pelajar. Ada juga guru dari SMAN 3 Jombang, juga dari komunitas pemerhati sejarah dan reenactor (komunitas pemeran reka ulang pelaku sejarah).
Acara JJSJ direncanakan diadakan setiap Minggu pagi di sepanjang jalan KH Wahid Hasyim Jombang. ”Event perdana kami buka hari Minggu (25/9) lusa di jalan KH Wahid Hasyim Jombang,” ungkap Faisol.
Peserta JJSJ pertama ini, akan diajak berjalan kaki menyusuri rute wisata sejarah koridor satu. Yaitu start dari kantor Jawa Pos Radar Jombang di jalan Airlangga nomor 10, menuju RSUD Jombang. Selanjutnya berjalan ke selatan sampai finish di taman Mastrip.
Para peserta juga mendapat sajian kisah-kisah seputar bangunan-bangunan bersejarah beserta foto-foto tempo dulu. Pemandu JJSJ akan menunjukkan lokasi dan cerita setiap bangunan yang bersejarah pada era kolonial hingga revolusi kemerdekaan di Jombang. Peserta bisa bertanya jika merasa tertarik pada obyek-obyek bersejarah yang dilalui.
Cara mengikuti event JJSJ cukup mudah. Peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Cukup dengan membeli koran Jawa Pos Radar Jombang di kantor jalan Airlangga nomor 10 Jombang. Panitia menyediakan air minum kemasan botol untuk peserta. Bagi yang ingin mendaftar secara kolektif juga bisa. ”Silakan mendaftar secara perorangan atau beregu. Kuota setiap event maksimal 50 orang,” lanjut Faisol.
Event ini didukung oleh air minum dalam kemasan Cheers healthy water. Informasi lengkap dan pendaftaran bisa menghubungi nomor WA: 082244099176. (wen/naz) Editor : Achmad RW