"Ini tadi ke kantor pos jam 09.00, mengambil undangan pencairan dan setelah itu ke desa untuk melakukan pencairan," ujar Mutrofin didampingi suaminya. Ia menyebut, BLT BBM yang diterimanya sudah sesuai. "Alhamdulilah dapat BLT BBM Rp 300 ribu," bebernya.
Kepala Dinas Sosial Jombang Hari Purnomo membenarkan hal ini. Setelah dilakukan pengecekan, Mutrofin memang benar termasuk salah seorang penerima BLT BBM. “Kemarin sudah kita kroscek dengan pihak pos,” lontarnya.
Perihal tidak mendapat undangan sebelumnya dari kantor pos, Hari menyebut hal itu karena data belum seluruhnya diberikan. Hari menjelaskan, hingga kemarin Kantor Pos Jombang masih terus menerima data baru. “Jadi datanya ini tidak digelondong langsung berapa ratus ribu begitu, tapi bertahap. Nah, kemarin ibu Mutrofin ini masuk di data baru, sekitar 8.000-an orang lagi,” lanjutnya.
Karena data itu sudah masuk, maka penyaluran BLT BBM kepada Mutrofin juga langsung bisa dilakukan. Begitu juga ribuan KPM BLT BBM di Jombang juga akan diserahkan uangnya dalam waktu dekat. “Yang jelas masih ada susulan lagi, kantor pos juga menunggu uangnya di bank siap, kalau sudah ada pemberitahuan ya nanti akan diserahkan,” pungkas Hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mufrotin, 53, salah satu keluarga miskin di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan tidak menerima BLT BBM. Padahal namanya terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) di laman resmi milik Kemensos RI.
Ia mengetahui hal itu dari pengecekan di laman https://cekbansos.kemensos.go.id/ Kemensos RI. Di laman itu, namanya muncul sebagai penerima BLT BBM untuk bulan September-Oktober. Namun, saat pembagian di Kantor Desa Mancar Jumat (16/9) lalu, ia tidak mendapat undangan dari kantor pos.
Pemdes Mancar sendiri tidak tahu menahu terkait warganya yang luput dari penyaluran BLT BBM. Undangan yang disebar adalah undangan yang mereka terima dari kantor pos untuk 221 KPM. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW