Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kumuh dan Tak Terawat, Lantai Dua PCN Kini Jadi Sarang Tikus

Achmad RW • Senin, 19 September 2022 | 13:02 WIB
Kondisi lantai dua PCN Jombang yang lusuh dan kumuh. Pedagang juga ogah menempati lapak ini lagi.
Kondisi lantai dua PCN Jombang yang lusuh dan kumuh. Pedagang juga ogah menempati lapak ini lagi.
JOMBANG -  Kondisi lantai dua Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang kian mengenaskan. Kondisinya kumuh dan jadi sarang tikus. Sebagian besar ditinggalkan pemiliknya, sebagian terpaksa bertahan lantaran tak punya tempat lain untuk berjualan.

Pantauan di lokasi, Minggu (18/9) kemarin, menaiki tangga lantai dua, tak ada aktivitas hingar bingar jual beli. Kondisi rolling door tertutup bahkan rusak. Warna puluhan kios juga sudah kusam, sementara bau sisa-sisa kotoran tikus cukup menyengat.

Lantai dari keramik sudah tak karuan. Ada yang menghitam, dan banyak tertutup kotoran hewan. Di sana-sini banyak ditemukan sarang laba-laba. Bangunan lapak-lapak pedagang pun banyak yang dibiarkan rusak. Terlihat beberapa pedagang selonjoran dan duduk-duduk menunggu pembeli datang.

Kondisi serupa juga terpantau pada bangunan los daging. Sama dengan tempat lain, kondisinya kumuh. Banyak ditemukan hewan tikus berkeliaran. Ruangannya juga pengap. Terlihat beberapa penjual sibuk memotong daging. Salah satunya Hadi. ”Di sini potong dagingnya saja, nanti ada bakul yang ambil di jual di bawah,” kata Hadi.

Dia mengaku sudah puluhan tahun menempati lapak itu. ”Pokoknya 1995 setelah di bangun pindah ke sini,” imbuh dia. Perjalannya, lapak mulai ditinggalkan. Hadi tak ingat betul sejak kapan para pedagang pindah berjualan. ”Kisaran 2000-an itu sudah banyak yang balik ke bawah,” ujar Hadi.

Kondisi di lokasi itu begitu kumuh. Meja yang dipergunakan pedagang sebagian rusak. Lantai dari keramik sudah tak terlihat. Lebih banyak ditumpuki kotoran.

Kasmiati salah satu pedagang kerecek mengakui, lantai dua kini semakin ditinggal. Selain ditinggal pedagang, kondisinya makin kumuh dan tak terawat. ”Ada 50 kios lebih tutup,” kata Kasmiati.

Dia juga sudah puluhan tahun berjualan di area pasar. Mulai di tempat relokasi hingga akhirnya menempati lantai dua. Kini hanya segelintir pedagang yang berjualan di tempat itu. ”Paling yang masih jualan di sini 20 orang,” tutur wanita berusia 59 tahun ini.

Meski begitu, Kasmiati tetap memilih bertahan. Alasannya, ketika lantai dua mulai ditinggalkan, dia tak memilki tempat jualan di bawah. ”Mau ikut pindah nggak ada tempatnya. Ya sudah tetap di sini,” ujar dia.

Kondisi serupa juga terpantau pada tempat pedagang kaki lima. Tempat semacam pujasera itu banyak yang kosong. Hanya beberapa masih berjualan makanan. ”Kalau dulu awal-awal pindah ke sini ramai,” kata Piani.

Diakui tempat itu begitu luas. Sebab, sudah terbagi beberapa tempat bagi pedagang. Mulai dari kios bagi pedagang kering, mulai dari pracangan, hingga bumbu dapur. Lalu ada juga tempat untuk pedagang daging, dan ikan. Ada juga tempat menjajakan makanan. Fasilitas toilet juga sudah disediakan. ”Dulu sudah dibagi semua, kalau saya di los pracangan,” imbuh dia.

Untungnya fasilitas toilet dan musala kondisinya bersih. Lantai dari keramik masih kinclong. Dindingnya juga tak kusam. ”Kalau tidak salah tahun lalu diperbaiki. Dulunya ya sama, seperti yang di sini,” kata Piani. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#ruko tak dihuni #lantai dua #Jombang #Pasar #jadi sarang tikus #kumuh #lusuh #kotor #PCN