”Kita memang memfasilitasi kunjungan rombongan setiap Senin sampai Kamis, dijadwalkan setiap sekolah 30-40 siswa,” ungkap Suwignyo Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, kemarin. Program kunjungan rombongan baru kadang bertambah dan kadang berkurang.
Setidaknya ini terlihat dari tingkat kunjungan. Jika Juni lalu 273 pengunjung rombongan, Juli berkurang 174, dan Agustus 445 pengunjung. ”Untuk September belum ada rekapan akhir, karena masih tanggal 16,” sambungnya.
Hal ini berbeda dengan kunjungan non anggota yang terlihat fluktuatif, namun dua bulan terakhir cenderung menurun. Pada Januari 374 pengunjung, Februari 262 pengunjung, Maret naik menjadi 502 pengunjung, April turun lagi hanya 297 pengunjung, dan Mei semakin turun hanya 182 pengunjung. Kemudian, Juni kembali naik menjadi 311 pengunjung, Juli turun 268 pengunjung dan Agustus naik lagi menjadi 445 pengunjung.
Menurut Suwignyo, kunjungan anggota juga tak berbeda jauh, cenderung turun dalam dua bulan terakhir. Januari ada 1.224 pengunjung, Februari turun menjadi 918 pengunjung, Maret naik menjadi 1.269 pengunjung, April turun drastis menjadi 843 pengunjung, Mei semakin turun 647 pengunjung. Juni naik lagi menjadi 974 pengunjung, Juli menurun 933 pengunjung, dan Agustus turun lagi menjadi 805 pengunjung.
Jika dihitung dari tahun ke tahun, kunjungan perpustakaan cenderung turun. ”Karena ada Covid-19 kunjungan kita turun drastis 2019, kalau kunjungan online tetap jalan. yang ada di website hanya kunjungan offline,” tambah Suwignyo.
Lebih jauh ia menyampaikan, pengunjung perpustakaan 69,9 persen adalah usia remaja 17-25 tahun. 12,2 persen remaja awal usia 12-16 tahun, 6,8 persen dewasa awal 26-35 tahun, 4,4 persen anak-anak usia 6-11 tahun. 4,3 persen dewasa usia 36-45 tahun, dan 1,2 persen lansia usia 46-55 tahun. Ada juga 0,6 persen balita usia 0-5 tahun.
”Kami ingin membuat mereka jatuh cinta dengan perpustakaan, membuat mereka nyaman membaca di perpustakaan, dan mengembangkan keilmuan mereka dengan memberi kesempatan memaparkan hasil dari yang ia baca, kalau bagus, kami apresiasi dengan memberikan buku,” jelasnya.
Ia berpandangan, minat baca masyarakat Jombang masih cukup baik. Lebih baik dari angka rata-rata nasional. ”Setiap tahun kami ada survei, tapi saya tidak hafal angkanya berapa, yang pasti Jombang masih lebih bagus dari rata-rata nasional,” pungkasnya. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW