“Kami sudah mendapat laporan soal kasus di Desa Mancar itu, kita juga sudah koordinasikan dengan Pemdes Mancar untuk tindaklanjutnya,” ujar Shollahuddin (17/9).
Dari laporan yang diterimanya, pihak desa juga telah mengunjungi Mufrotin untuk memastikan kebenaran informasi itu. Selain itu, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Pemdes dan tiga pilar desa.
Rencananya, Mufrotin akan segera diajak ke Kantor Pos untuk melakukan klarifikasi secara langsung. “Insyaallah Senin depan itu yang bersangkutan akan diajak ke Kantor Pos, nanti bersama tiga pilar juga, biar tahu ada atau tidaknya di daftar,” tambahnya.
Disinggung terkait kejadian serupa di Kecamatan Peterongan, Shollahudin menyebut hingga kemarin hanya satu laporan saja yang diterimanya. “Sampai dengan hari ini (Kemarin,Red) hanya di Mancar,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mufrotin, 53, salah satu keluarga miskin di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan tidak menerima BLT BBM. Padahal namanya terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) di laman resmi milik Kemensos.
Ia, mengetahui itu dari pengecekan di laman https://cekbansos.kemensos.go.id/ milik Kemensos RI. Di laman itu, namanya muncul sebagai penerima BLT BBM untuk bulan September-Oktober. Namun, saat pembagian di Kantor Desa Mancar Jumat (16/9) lalu, ia tak mendapat undangan dari Kantor Pos.
Pemdes Mancar, juga menyebut tak tahu menahu terkait warganya yang luput dari penyaluran BLT BBM itu. Menurut Kepala Desa Mancar, undangan yang disebar adalah undangan yang mereka terima dari Kantor Pos. Penyaluran hari Jumat lalu, juga dilakukan kepada 221 penerima manfaat. (riz/ang/riz) Editor : Achmad RW