Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pembuat Kerajinan Ban Bekas di Mojoagung Mulai Kesulitan Cari Bahan Baku

Achmad RW • Kamis, 15 September 2022 | 12:27 WIB
Proses pembuatan kerajinan ban bekas.
Proses pembuatan kerajinan ban bekas.
JOMBANG - Bila punya ban bekas, jangan langsung dibuang. Di tangan Hartini, 63, warga Dusun Tejo Utara, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, ban bekas bisa disulap menjadi bahan rumah tangga bernilai jual tinggi.

Tumpukan ban bekas berukuran jumbo berserakan di rumah Hartini, kemarin (14/9). Satu persatu, ban bekas itu lantas digelindingkan ke teras rumah untuk dikuliti. Menggunakan sebuah pisau kecil, lambat laun semua ban bekas berhasil dikuliti dengan rapi. Tak butuh waktu lama, satu ban berhasil dikuliti hingga enam lapis.

Ya, begitulah proses awal pembuatan benda rumah tangga berbahan ban bekas, seperti kursi, tong sampah maupun pot bunga. Semua dikerjakan sendiri dengan memberdayakan warga sekitar. Tak heran, usaha yang digeluti Hartini sejak 1987 silam, mampu bertahan hingga sekarang. ”Dulu awalnya saya mulai dengan beberapa ban bekas, sekarang makin bertambah banyak seiring meningkatnya pesanan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Untuk produksi ban bekas itu ia dibantu lima sampai enam pekerja. Setiap pekerja mampu menghasilkan enam tong sampah setiap hari. ”Sekarang banyak membuat tong sampah, pot bunga dan bak air. Untuk kursi dan meja sementara saya hentikan karena jarang peminat,’’ tambah dia.

Ia lantas menjelaskan, proses pembuatan tong sampah dimulai dari beberapa tahap. Setelah menguliti ban bekas sebagai tahap pertama, dilanjutkan pembuatan pola, lalu merangkai ban bekas dengan silet dan paku. Terakhir, di cat agar memiliki tampilan lebih bagus. ”Pembuatannya sederhana, tapi butuh tenaga ekstra terutama saat menguliti ban,’’ jelas dia.

Ban-ban bekas itu ia beli dari beberapa bengkel dan pengepul dari luar Jombang. Untuk ban truk besar dibeli dengan harga Rp 50-60 ribu bergantung kualitas. ”Satu ban bisa jadi enam tong sampah,’’ paparnya.

Ban bekas dan sejumlah benda hasil bikinannya, rata-rata dijual ke Surabaya, Malang dan Gresik. Di sana, ia punya reseller yang menjual aneka benda berbahan ban bekas. ”Beberapa saya pasarkan di depan rumah. Alhamdulillah setiap hari ada yang mampir,’’ paparnya lagi.

Satu tong sampah bahan ban bekas, dijual dengan Rp 45-60 ribu tergantung ukuran dan pewarnaan. Ia mengaku, saat ini usahanya terkendala bahan baku ban bekas. Sebab, sekarang banyak perusahaan yang juga membeli ban bekas untuk bahan pembuatan sepatu. ”Ya ban bekas itu dilebur ke pabrik. Jadi sekarang agak sulit cari,’’ pungkas Hartini. (ang/bin/riz)

  Editor : Achmad RW
#Mojoagung #Jombang #Tejo #Perajin ban bekas #kerajinan #UMKM #ban bekas