Pantauan di lokasi, tampak penyedia jasa tambangan di Megaluh silih berganti mengangkut penumpang. Baik pengendara roda dua, roda empat maupun alat transportasi pertanian terlihat memanfaatkan jasa penyebarangan bertenaga mesin diesel ini. ”Ya setiap hari ke Jombang–Plandaan lewat sini, lebih cepat,” ungkap Nuril, salah satu pengguna jasa tambangan kemarin.
Ia mengaku, tarif untuk sepeda motor masih tetap, yakni Rp 2 ribu rupiah. ”Sampai saat ini belum naik, tarifnya tetap. Belum tahu lagu ke depan ada kenaikan apa tidak, karena harga solar untuk bahan bakar kapal kan naik per 3 September lalu,” tambahnya.
Sementara itu, Permadi, 30, penyedia jasa tambangan membenarkan tarif pengguna jasa tambangan tetap. Yakni Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua baik motor maupun sepeda angin, dan Rp 8 ribu untuk kendaraan roda empat pribadi. ”Tarif atau ongkosnya tetap. Belum ada kenaikan,” ujar dia kemarin.
Ia mengaku, untuk penentuan tarif berdasarkan kendaraan bukan berdasarkan jumlah orang dalam kendaraan. Artinya, meskipun ada enam orang yang menumpangi kendaraan roda empat tarifnya tetap Rp 8 ribu. ”Kecuali truk, Rp 10 ribu,’’ jelas dia.
Sampai dengan kemarin, ia mengaku tarif jasa tambangan tetap alias tak ada perubahan. Meski demikian ia mengakui pendapatannya menurun. ”Kalau pendapatan jelas menurun, karena harga solar sekarang naik. Tapi itu lebih baik daripada harga kami naikkan tapi pelanggan cari ke yang lain,” papar dia.
Sejauh ini, ia mengaku jumlah penumpang stabil. Rata-rata dalam sekali angkut ada belasan hingga puluhan kendaran yang diangkut. ”Pendapatan sekali angkut juga tidak menentu, mulai Rp 20 hingga Rp 30 ribu tergantung jumlah kendaraan,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW