“Kalau pas begini memang sepi, tapi kalau pas liburan atau Minggu pagi atau sore penuh,” terang Ponijan, 65, warga setempat saat Jawa Pos Radar Jombang, datang ke lokasi, Sabtu kemarin (10/9) siang.
Ia menyebut, jembatan Gondangmanis memang jadi magnet tersendiri. Banyak warga baik tua maupun muda datang untuk sekadar melihat atau berfoto di atasnya. “Ada yang sambil joget-joget juga, apalagi yang perempuan-perempuan,” lontarnya.
Bahkan, tak hanya dari Kecamatan Bandarkedungmulyo, Ponijan menyebut, banyak muda-mudi asal kabupaten tetangga yang datang ketika musim liburan. “Ya ada yang gowes terus mampir, yang dari Nganjuk juga banyak. Karena yang bisa cuma sepeda atau sepeda motor, jembatannya sempit, mobil tidak bisa masuk,” tegas dia.
Jembatan ini tuntas dibangun 2021 lalu. Fungsi utamanya, menghubungkan Dusun Prayungan, Desa Gondangmanis dan Kampung Kalipuro, Dusun Kedunggabus, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo. Bangunannya melintang di atas tiga sungai yang lokasinya berjajar. Yakni Afvoer Besuk, Afvoer Brawijaya dan Afvoer Mekikis. Bangunannya mencolok dengan dominan warna merah. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW