Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Rehabilitasi Tanggul Brantas, Disebut Warga Dikerjakan Asal-asalan

Achmad RW • Senin, 5 September 2022 | 13:04 WIB
Proyek perbaikan tanggul Sungai brantas di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
Proyek perbaikan tanggul Sungai brantas di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)
JOMBANG – Selain berdampak pada kerusakan rumah-rumah warga, kualitas proyek rehabilitasi tanggul Brantas di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben juga disinyalir dikerjakan asal-asalan. Setidaknya terlihat dari kegiatan pemancangan.

Salah satu warga mengatakan, proyek rehabilitasi tanggul banyak ke berdampak ke lingkungan sekitar. ”Mulai debu, bising dan banyak tembok-tembok rumah-rumah warga retak, kemungkinan disebabkan getaran saat mancang, warga juga mulai umek,” terang B, salah satu warga sekitar yang meminta namanya dirahasiakan.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan spesikasikasi material tanggul. Pasalnya, sering kali ditemukan material CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile) rusak. ”Pekerjaannya sepertinya juga asal-asalan, CCSP kelihatannya belum cukup umur sudah dipancang, akhirnya banyak retakan di bagian tengah dan kepala (atas, Red),” imbuh sumber kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dia khawatir, jika pengerjaan dilakukan asal-asalan, nantinya berdampak pada kualitas tanggul. ”Kalau bagian tengah dan kepalanya rusak tetap dipancang, bisa-bisa tanggul akan longsor lagi. Karena bila ada yang rusak, air juga bisa masuk, merembes,” imbuh dia.

Tak hanya itu, warga juga khawatir ada pengurangan spesikasi material tanggul, terutama pada material besi tulang. ”Kita malah dapat info miring terkait dugaan pengurangan besi tulang. Waktu itu sempat ditegur warga supaya dikerjakan dengan benar, soalnya pekerjaan ini kan manfaatnya untuk masyarakat. Jadi saat proyek selesai masyarakat tidak lagi waswas ketika air Brantas tinggi,” ujar dia.

Sementara itu, pelaksana lapangan CV Dhana Pratama Syaiful Zaki belum bisa menjelaskan banyak terkait adanya keluhan itu. ”Untuk lebih jelasnya ke humas,” kata Zaki dikonfirmasi. Meski demikian, diakui aktivitas pemancangan masih berlangsung. ”Tetap sampai sekarang masih berjalan,” kata Zaki.

Pantauan di lokasi, beberapa material proyek berupa sheet pile sebagian sudah dipancang dan menancap tanah. Di bagian atas beberapa di antaranya pecah. Diduga kerusakan muncul saat pemancangan menggunakan alat berlangsung.

Untuk diketahui, sesuai pagu, proyek rehabilitasi tanggul Kali Brantas Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang milik Kementerian PUPR dianggarkan sebesar Rp 11 miliar. Hasil lelang, CV Dhana Pratama ditetapkan sebagai pemenang dengan harga penawaran sebesar Rp 6,9 miliar. Dan supervisi dari PT Gumilang Sejati. Waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#tanggul brantas #BBWS Brantas #perbaikan tanggul #Kesamben #Warga mengeluh #Kualitas Dinilai buruk' #Proyek #Jombang #jatiduwur