Pantauan di lokasi, tampak petugas gabungan memantau lokasi temuan struktur kuno di Situs Mbah Blawu. Tampak tumpukan sak berisi limbah B3 tercecer di beberapa titik mengelilingi situs. Namun, tepat di tengah-tengah situs tak ada tumpukan limbah. ”Kalau melihat rencana ekskavasi, posisinya itu di luar lokasi tumpukan limbah. Jadi tidak ada masalah kalau dilaksanakan ekskavasi,” ujar Yuli Inayati Kabid Pengendalian, Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Jombang.
Yuli mendukung rencana ekskavasi, namun tetap harus memperhatikan faktor keamanan. ”Jadi sesuai yang disampaikan dinas pendidikan dan kebudayaan, ekskavasi tahap pertama ini fokus di tengah situs,” tambahnya.
Jika ke depannya Dinas P dan K berencana melanjutkan ekskavasi tahap II, pihaknya akan menganggarkan kegiatan kajian atau feasibility study (FS) untuk mengetahui volume limbah B3 dan dampaknya terhadap lingkungan. ”Kajian itu akan kita anggarkan di APBD 2023. Dan akan kita lakukan upaya pengangkatan limbah di P-APBD 2023,” jelas dia.
Terpisah, Kepala Dinas P dan K Jombang Senen mengatakan tujuan dilakukannya tinjauan Situs Mbah Blawu adalah untuk memastikan kesiapan ekskavasi Situs Mbah Blawu. ”Jadi kita bersama DLH juga ingin memastikan rencana ekskavasi ini. Karena ada limbah B3 yang diletakkan mengelilingi struktur,” jelas dia.
Dari kesiapan yang dilakukan, dinas juga telah menggarkan Rp 50 juta untuk kegiatan ekskavasi. ”Kita juga terus koordinasi dengan BPCB mengenai rencana ekskavasi ini,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW