Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warga Protes, Pemdes Sempat Minta Proyek Berhenti Sehari

Achmad RW • Jumat, 2 September 2022 | 13:04 WIB
Ilustrasi debu (Unsplash.com)
Ilustrasi debu (Unsplash.com)
JOMBANG - Sejumlah protes warga terkait dampak pekerjaan proyek rehabilitasi tanggul Sungai Brantas di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben berbuntut panjang. Pemdes Jatiduwur, menyebut sempat meminta pihak pelaksana proyek menghentikans ementara pekerjaan mereka.

”Sempat saya hentikan (pekerjaan, Red) satu hari (Jumat, Red). Gara-garanya debu terlalu banyak dan penyiraman telat,” kata Kades Jatiduwur Subardi dikonfirmasi, Sabtu (27/8) lalu.

Dijelaskan, dampak debu juga dirasakan warga sekitar proyek. Selain dari warga Dusun Jatipandak yang rumahnya berdekatan dengan pekerjaan tanggul, juga sebagian dari Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben. ”Jadi debu paling banyak dirasakan di Gumulan. Lalu dapat keluhan dari sana, sudah saya peringatkan untuk disiram,” imbuh dia.

Dalam perjalannya lanjut dia, debu masih bertebaran. Hingga akhirnya dia datang ke lokasi. ”Tolong diperhatikan, untuk debu ini disiram. Kenyataaannya waktu itu tidak ada penyiraman, karena dampaknya ini langsung ke warga,” ujar Subardi.

Karena alasan itu, pihaknya meminta pekerjaan mandek sementara waktu. Hingga persoalan debu bisa teratasi. ”Alhamdulillah langsung direspons dan disirami,” lanjut dia.

Dijelaskan, dampak debu muncul lantaran dalam rehabilitasi tanggul selain pemancangan juga beberapa titiknya diuruk menggunakan tanah. Sehingga, tak jarang memunculkan debu di sekitaran lokasi proyek. ”Di Jatipandak memang sedikit, lebih banyak dari Gumulan yang merasakan dampak debunya,” kata Subardi. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW
#BBWS Brantas #telat penyiraman #Jombang #debu #Peoyek Tanggul brantas #keluhan proyek