Dari pantuan CCTV yang diberikan Dinas Perkim Jombang, kejadian itu berlangsung Senin (29/8) malam sekitar pukul 23.24. Lokasi CCTV ini diambil, berada di depan kantor Kejari Jombang.
Dalam video itu, terlihat seorang wanita berkerudung hitam, meletekan sepeda angin menghadap ke utara. Sejurus kemudian, ia bergerak menuju pot yang berada di pinggir trotoar. Setelah itu, ia langsung mencabut tanaman satu persatu di pot bola-bola. "Ini kami masih mencari tahu informasi pelaku," ujar Setiawan Afandi Kabid Perumahan Dinas Perkim Jombang kemarin.
Dikatakannya, pengerusakan ini sudah terjadi dua kali ini. Bahkan, kejadiannya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan sekarang. "Sebelum kejadian ini ada lagi minggu kemarin sama persis seperti sekarang. Hanya saja waktu itu rekaman CCTV trobel. Sehingga tidak bisa memantau siapa pelakunya," bebernya.
Kendati demikian, Setiawan menduga pelaku pengerusakan tanaman tersebut orang yang sama. "Melihat kejadiannya sana kemungkinan orang yang sama," katanya.
Perusakan ini, disebutnya juga bukan kejadian pertama. Maret 2022 lalu, insiden pemecahan pot juga pernah dilakukan warga Wonosalam. Pelakunya juga ditangkap, namun karena terindikasi gangguan jiwa, proses hukumnya tak berlanjut. "Dulu pernah juga pernah, tapi berbeda dengan sekarang. Kalau dulu yang di depan Pemkab itu potnya dipecah," pungkas Setiawan.
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi sebagian tanaman yang berada di pot bola-bola pada proyek drainase dan trotoar Jl KH Wahid Hasyim berserakan. Diduga tanaman tersebut diacak-acak oknum yang tak bertanggung jawab.
Dari pantuan Jawa Pos Radar Jombang, sedikitnya ada 23 tanaman yang berserakan. 12 tanaman berada di depan Kebonrojo dan 11 tanaman berada di depan kantor Kejaksaan Negri (Kejari) Jombang. Tanaman sudah berada tercecer di bawah trotoar. (yan/riz) Editor : Achmad RW