”Mudah-mudahan event ini menggairahkan kembali parikan dan puisi di Kabupaten Jombang,” ungkap M. Nur Kholis, Direktur Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (28/7).
Final lomba baca puisi dan parikan bertemakan kritik, saran dan apresiasi untuk polisi berjalan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti final yang digelar di kantor Jawa Pos Radar Jombang Jl Airlangga Nomor 10, Jombang. Sebagian peserta bahkan mempersiapkan properti, seperti topeng juga selendang saat tampil demi memikat dewan juri.
Azka siswa MI Al Huda Banyuarang menjadi peserta termuda dan paling imut. Meski begitu, dia penampilannya berhasil memukau dewan juri hingga ia keluar sebagai juara favorit lomba baca puisi.
Menurut Nur Kholis, orang yang pandai membaca puisi dan parikan adalah orang yang pinter, spontanitasnya luar biasa, dan hal itu tidak mudah. ”Orang pinter yang tidak bisa berbicara akan kalah dengan orang bodoh yang pandai berbicara,” katanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada peserta, pendamping terutama kapolres yang sudah bersedia bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jombang untuk nguri-uri budaya parikan di Jombang. ”Event ini masih embrio, mudah-mudahan ke depan menjadi lebih besar dan lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Binhad Nurrohmat salah satu penyair Jombang yang juga juri lomba mengatakan, parikan adalah disiplin berbahasa yang sangat canggih. Dalam setiap kata yang dilontarkan mengandung makna yang mendalam. Ia mengapresiasi Jawa Pos Radar Jombang dan Polres Jombang yang bersedia mewadahi bakat siswa dan masyarakat yang pandai baca puisi dan parikan di Jombang. ”Saya berharap, kalau bisa Jawa Pos Radar Jombang bikin sarasehan parikan-parikan, agar masyarakat tau mana parikan baik mana parikan ngawur,” katanya. Ia berharap, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
Krisna Sukemi, jurnalis senior yang dikenal piawai di bidang seni parikan berharap, materi yang disampaikan di sekolah tidak hanya materi puisi, tapi juga materi parikan, karena parikan merupakan budaya yang harus dilestarikan. ”Parikan harus dilestarikan di sekolah-sekolah, karena saya jamin, orang yang pandai berpuisi dan parikan pasti public speaking-nya bagus,” kata Krisna.
Iptu Sartono, anggota Satlantas Polres Jombang juga memiliki bakat menjadi seorang dalang. Ia mengatakan, parikan merupakan budaya Jombangan yang betul-betul adiluhung. Budaya ini harus terus dikembangkan dan jangan sampai hilang atau punah. Ia berharap, generasi masa kini tidak hanya belajar bahasa asing saja, tapi juga terus melestarikan budaya jawa, salah satunya parikan. ”Siapa lagi kalau bukan kita yang nguri-uri, boleh belajar bahasa asing tapi jangan meninggalkan jati diri kita,” kata Iptu Sartono yang juga salah satu tim juri lomba.
Selanjutnya..
Kapolres: Polisi Besar karena Berani Dikritik
KAPOLRES Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengapresiasi antusiasme masyarakat mengikuti lomba baca puisi dan parikan bertemakan kritik, saran dan apresiasi untuk polisi. Kapolres menegaskan Polres Jombang tidak anti dengan kritik.
”Polisi besar karena berani dikritik. Ini salah satu kegiatan yang positif bagi kepolisian, kritik yang disampaikan kepada kepolisian akan menimbulkan kepercayaan masyarakat,” tegas kapolres.
Kapolres mengatakan, lomba baca puisi dan parikan untuk peringatan Hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022 ini akan disampaikan ke pimpinan. ”Kegiatan ini juga akan kita sampaikan kepada Kapolda dan Kapolri,” imbuhnya.
Alumni Akpol 2002 menerangkan, lomba baca puisi dan parikan terinspirasi dari lomba mural untuk memberikan kritik kepada polisi yang diadakan Mabes Polri tahun lalu. ”Kemudian, bersama Radar Jombang kami ingin membuat kegiatan yang sama dengan budaya khas Jombangan, yaitu parikan untuk masyarakat umum dan puisi untuk pelajar,” katanya.
Kapolres berharap, kegiatan lomba puisi dan parikan tidak hanya selesai setelah grand final, namun budaya ini harus digaungkan terus menerus. ”Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Jombang yang bersedia bekerja sama bersama Polres Jombang untuk mewadahi bakat pelajar, dan nguri-uri budaya khas Jombangan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW